MANADOPOST - Pada November 2025, Amerika Serikat dilaporkan kehilangan sekitar 32 ribu pekerjaan dari sektor swasta.
Angka ini diumumkan oleh data tenaga kerja swasta yang menunjukkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Kerugian pekerjaan berasal terutama dari usaha kecil dengan 1–49 karyawan, yang menyumbang sebagian besar PHK.
Sektor usaha kecil dianggap sebagai “canary in the coal mine” — tanda awal melemahnya ekonomi.
Perusahaan menilai biaya operasional makin tinggi dan permintaan mulai melemah, sehingga terpaksa kurangi jumlah pekerja.
PHK bukan hanya terjadi di satu industri — banyak sektor terdampak, termasuk jasa, manufaktur, dan layanan profesi.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS sedang memasuki periode resesi ringan.
Baca Juga: Luhut Tegaskan Tidak Punya Kaitan dengan Perusahaan Toba Pulp
Imbas PHK ini juga terasa bagi konsumen dan daya beli karena pendapatan rumah tangga sebagai basis konsumsi menurun.
Dengan lebih sedikit orang memiliki pekerjaan tetap, belanja konsumen bisa melemah dan berdampak ke ekonomi domestik.
Di kalangan pengusaha, ada kekhawatiran bahwa tren PHK bisa terus berlanjut jika ekonomi global tidak kunjung membaik.
Banyak perusahaan besar memilih menyesuaikan struktur untuk bertahan menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Salah satu faktor pemicu gelombang PHK ini adalah meningkatnya tekanan biaya, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Ekonomi AS sendiri menghadapi tantangan — inflasi, suku bunga tinggi, dan konsumsi masyarakat yang melemah.
Situasi ini menyebabkan perusahaan melakukan efisiensi untuk menjaga kelangsungan operasional.
PHK dalam skala besar seperti ini sering memberi dampak jangka menengah yang berat bagi pekerja — termasuk kesulitan mencari kerja baru.
Khawatirnya, angka pengangguran bisa meningkat dan mengganggu stabilitas sosial di beberapa wilayah.
Bagi pekerja yang terkena PHK, pemulihan bisa sulit karena banyak perusahaan juga menahan perekrutan sementara.
Sementara regulator ekonomi dan kebijakan moneter harus mempertimbangkan dukungan bagi sektor bisnis dan pekerja agar tekanan tidak makin dalam.
Di tengah situasi ini, miliaran orang di AS—termasuk keluarga muda, pekerja kontrak, dan pelaku usaha kecil—tertarik dampaknya terhadap gaya hidup dan keamanan ekonomi.
Secara keseluruhan, kehilangan 32 ribu pekerjaan pada November 2025 menjadi alarm bahwa pasar tenaga kerja AS mulai goyah, dan banyak pihak perlu bersiap menghadapi dampak lebih luas.
(ra)
Editor : Jasinta Bolang