MANADOPOST.ID — PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika yang berlokasi di Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Program ini menjadi langkah strategis PLN dalam mendorong hilirisasi komoditas kopi Arabika sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di dataran tinggi Jeneponto yang selama ini bergantung pada hasil panen tingkat dasar (green bean), serta merupakan bagian dari rangkaian peresmian tiga program TJSL PLN yang dipusatkan di Desa Gunung Silanu.
Peresmian ini dihadiri oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, bersama jajaran Forkopimda Jeneponto, serta manajemen PLN UIP3B Sulawesi yang diwakili oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum, Hary Subagyo, mewakili GM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, beserta jajaran Manajemen PLN UIP3B Sulawesi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat pegunungan melalui pemanfaatan energi listrik dan penyediaan fasilitas pengolahan yang lebih modern.
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan PLN dalam menghadirkan fasilitas pengolahan kopi pertama di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika menjadi momentum penting bagi petani untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing kopi Arabika Jeneponto. Fasilitas ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi keterbatasan peralatan pascapanen yang selama ini menjadi kendala utama.
Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika dibangun sebagai pusat pascapanen kopi yang dilengkapi dengan berbagai mesin modern, seperti pulper basah, pulper kering, roasting, grinder, serta sealer. Kehadiran fasilitas ini membantu petani mengolah kopi mulai dari tahap pengupasan, pengeringan, penyangraian, hingga pengemasan, sehingga kualitas produk lebih konsisten, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sebelumnya, petani di Desa Jenetallasa umumnya menjual kopi dalam bentuk biji kering tanpa pengolahan, sehingga nilai jualnya rendah dan tidak mencerminkan kualitas kopi Arabika lokal yang sebenarnya cukup potensial. Dengan adanya fasilitas pengolahan ini, petani kini dapat memproses kopi secara terintegrasi di satu lokasi yang terstandarisasi.
Proses roasting, grinding, dan sealing dapat dilakukan lebih cepat dan presisi, sehingga memperpendek rantai produksi, meningkatkan mutu, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa PLN tidak hanya menyediakan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga ingin memastikan bahwa energi listrik benar-benar menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Program ini dirancang agar petani dapat naik kelas, mengelola hasil panen secara modern, dan memperoleh nilai tambah yang lebih optimal.
Lebih jauh, kehadiran Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Desa Jenetallasa. Lokasi program yang berada di wilayah dataran tinggi memiliki potensi kopi Arabika yang melimpah namun selama ini belum dikelola secara maksimal. Dengan fasilitas baru ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses peralatan modern, tetapi juga berpeluang mengembangkan produk turunan kopi, mulai dari bubuk kemasan, biji sangrai premium, hingga penguatan identitas brand kopi daerah.
Selain menyediakan fasilitas pengolahan, program ini juga memberikan manfaat sosial bagi PLN dan masyarakat. Program ini memperkuat hubungan PLN dengan masyarakat, membuka ruang kolaborasi, serta meningkatkan literasi petani mengenai pengolahan kopi modern dan standar pasar yang lebih kompetitif.
Melalui program TJSL ini, PLN berharap Rumah Pengelolaan Biji Kopi Arabika dapat menjadi pusat pemberdayaan petani yang berkelanjutan serta mendorong tumbuhnya ekosistem industri kopi Arabika Jeneponto.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, program ini diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup petani serta memperkuat ekonomi lokal melalui hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Editor : Ayurahmi Rais