MANADOPOST.ID– Dalam semangat berbagi dan menebar keberkahan di bulan suci Ramadhan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi kembali menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Nasriani, pelaku usaha UMKM kuliner Palekko yang berlokasi di Jalan Hamsah Dg. Tompo, Kabupaten Gowa.
Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN melalui YBM PLN dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha kecil, khususnya bagi masyarakat yang tengah berjuang di tengah keterbatasan ekonomi. Diharapkan, tambahan modal ini dapat memperkuat usaha yang dijalankan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Ibu Nasriani dikenal sebagai sosok pelaku UMKM yang gigih dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang cukup terbatas pasca suaminya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), keluarga ini tetap berupaya bertahan. Saat ini, suaminya bekerja sebagai mitra layanan pesan antar makanan secara daring, sementara Ibu Nasriani terus menjalankan usaha kuliner Palekko dari rumah kontrakan mereka. Pasangan ini juga memiliki satu orang anak yang tengah menempuh pendidikan di bangku Sekolah Dasar kelas 5.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi sekaligus Pembina YBM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi manfaat kepada sesama.
“Melalui YBM PLN, kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Ibu Nasriani untuk terus berkembang dan mandiri. Semangat berbagi di bulan Ramadhan ini adalah cerminan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian yang selalu kami junjung tinggi di PLN,” ujar Fermi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat serta menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.
Program bantuan modal usaha ini juga menjadi bagian dari komitmen YBM PLN dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para pegawai PLN agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi, YBM PLN tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi amal kebaikan yang berlipat ganda nilainya, sekaligus mempererat tali kepedulian antara muzakki dan penerima manfaat. Kehadiran YBM PLN menjadi bukti bahwa energi kebaikan dapat terus mengalir, menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui bantuan modal usaha ini, Ibu Nasriani berharap usahanya dapat semakin berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi anaknya. Bantuan ini tidak hanya menjadi dukungan materi, tetapi juga menghadirkan harapan baru di tengah tantangan kehidupan yang dihadapi.
Dengan penuh rasa syukur, Ibu Nasriani menyampaikan ucapan terima kasih kepada para muzakki YBM PLN atas kepedulian dan bantuan yang diberikan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN dan seluruh muzakki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan keberkahan harta, kelapangan rezeki, serta kesehatan dan keselamatan bagi semua. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” ungkapnya.
Kisah perjuangan Ibu Nasriani menjadi salah satu potret nyata bagaimana bantuan kecil dapat menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan. PLN melalui YBM akan terus berupaya menyalakan semangat kemandirian dan harapan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui momentum Ramadhan ini, YBM PLN UIP3B Sulawesi terus berupaya menjadi jembatan kebaikan, menghadirkan energi kepedulian yang tak hanya menerangi kehidupan, tetapi juga menguatkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Ayurahmi Rais