Uji ketahanan ini melibatkan sejumlah model hybrid dan NEV Geely, termasuk Geely Starray EM-i yang telah dipasarkan di Indonesia. Model lain yang ikut dalam ekspedisi tersebut antara lain Geely V900, Geely M9, Geely XingYao 8, Geely A7, serta Geely XingYao 6. Seluruh kendaraan diuji dalam suhu di bawah nol derajat Celsius untuk memastikan stabilitas performa serta keandalan sistem penggerak di lingkungan ekstrem.
Program ini juga menandai langkah pertama bagi merek otomotif independen asal Tiongkok yang menggelar uji ketahanan musim dingin di wilayah Lingkar Arktik untuk seluruh portofolio produknya. Pengujian mencakup berbagai teknologi NEV, mulai dari kendaraan listrik murni (battery electric vehicle), hybrid, extended-range electric vehicle, hingga teknologi berbasis metanol.
Dalam ekspedisi tersebut, kendaraan diuji di Colmis Proving Ground di Eropa Utara, salah satu fasilitas pengujian otomotif dengan lintang tertinggi di kawasan Eurasia. Lokasi ini dikenal memiliki kondisi lingkungan ekstrem seperti kelembapan tinggi, permukaan jalan berlapis black ice, serta minim pencahayaan akibat fenomena malam kutub.
Pengujian difokuskan pada sejumlah aspek teknis kendaraan, di antaranya stabilitas dan respons sistem bantuan pengemudi (ADAS) di musim dingin, kemampuan kendaraan beradaptasi dengan suhu rendah dan kelembapan tinggi, serta performa sistem bagasi atap dalam kondisi dingin ekstrem. Selain itu, pengujian juga mencakup traksi, kapasitas beban, dan kalibrasi sistem penggerak all-wheel drive (AWD) pada permukaan bersalju dan es, serta performa ban musim dingin berpaku yang umum digunakan di wilayah Arktik.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari sistem validasi global yang dikembangkan Geely untuk menguji kendaraan di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari suhu dingin ekstrem, panas tinggi, dataran tinggi, gurun, hingga lintasan performa. Saat ini perusahaan memiliki enam fasilitas pengujian utama, termasuk di Hangzhou Bay, Tiongkok, dan beberapa lokasi di Eropa.
Ke depan, Geely berencana memperluas jaringan tersebut hingga 16 basis pengujian global guna memperkuat kemampuan pengembangan kendaraan yang mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca dan medan.
Data yang dikumpulkan dari pengujian Arktik ini akan digunakan dalam siklus pengembangan produk berikutnya. Informasi terkait performa termal, kalibrasi kontrol traksi, keandalan sensor, serta daya tahan sistem kendaraan akan menjadi dasar peningkatan teknologi pada seluruh portofolio NEV Geely, sekaligus memperkuat aspek keandalan dan keselamatan kendaraan bagi konsumen di berbagai pasar.(ame)
Editor : Amelia Beatrix