Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Biaya Naik, BNI Tetap Catat Pertumbuhan Laba Rp3,41 Triliun

Ayurahmi Rais • Senin, 30 Maret 2026 | 19:41 WIB

 

Kantor BNI Pusat.
Kantor BNI Pusat.

 

MANADOPOST.ID– Di tengah peningkatan biaya operasional dan tekanan dari kenaikan beban, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tetap mencatatkan pertumbuhan laba pada dua bulan pertama 2026.

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit dan lonjakan dana pihak ketiga yang signifikan.

Hingga Februari 2026, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp3,41 triliun, naik 3,69 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp3,29 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan, pertumbuhan masih didorong oleh kinerja bunga. Pendapatan bunga tercatat mencapai Rp11,95 triliun atau meningkat 14,05 persen YoY.

Namun, beban bunga juga ikut naik 13,85 persen menjadi Rp4,99 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih berada di level Rp6,95 triliun atau tumbuh 14,19 persen.

Selain itu, pendapatan komisi turut memberikan kontribusi dengan kenaikan 10,93 persen menjadi Rp1,75 triliun.

Meskipun  dari sisi biaya alami peningkatan. Beban operasional lainnya melonjak 31,15 persen menjadi Rp2,82 triliun. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan impairment yang meningkat 51,91 persen menjadi Rp1,47 triliun.

Beban tenaga kerja juga mengalami kenaikan sebesar 16,22 persen menjadi Rp2,57 triliun.

Meski demikian, BNI masih mampu mencatatkan laba operasional sebesar Rp4,13 triliun, tumbuh 4,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba non-operasional turun tajam 82,19 persen menjadi Rp456 juta.

Baca Juga: Warga Sulawesi Tak Perlu Khawatir, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Distribusi Tetap Optimal

Dari sisi intermediasi, ekspansi kredit menjadi salah satu motor utama kinerja perseroan. Hingga Februari 2026, penyaluran kredit mencapai Rp882,22 triliun atau tumbuh 18,90 persen YoY.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong total aset BNI meningkat 30,41 persen menjadi Rp1.390,44 triliun.

Di sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 40,95 persen menjadi Rp1.092,24 triliun.

Kenaikan ini didominasi oleh pertumbuhan simpanan deposito yang melonjak 67,03 persen menjadi Rp376,14 triliun

Editor : Ayurahmi Rais