Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Industri Pertambangan Perkuat Ketahanan Energi dan Dorong Industrialisasi Nasional

Amelia Beatrix • Kamis, 7 Mei 2026 | 22:53 WIB
Aktivitas pertambangan batu bara yang mendukung ketahanan energi dan hilirisasi industri nasional. Foto: Ilustrasi/AI.
Aktivitas pertambangan batu bara yang mendukung ketahanan energi dan hilirisasi industri nasional. Foto: Ilustrasi/AI.

MANADOPOST.ID  — Industri pertambangan batu bara masih memegang peran penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik dunia, batu bara dinilai tetap menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan industri di Indonesia.

Dalam Handbook & Fact Sheet Jurnalis Vol.2 MIND ID–PTBA 2026, disebutkan permintaan batu bara global masih tinggi hingga 2026. Kondisi itu dipicu gangguan pasokan minyak dan gas dunia yang membuat banyak negara, terutama di Asia, kembali mengandalkan batu bara sebagai sumber energi.

Indonesia sendiri terus meningkatkan produksi batu bara dalam beberapa tahun terakhir. Data MIND ID dan PTBA mencatat produksi nasional naik dari sekitar 456 juta ton pada 2016 menjadi 836 juta ton pada 2024. Pada 2025, produksi diperkirakan tetap tinggi di kisaran 790 juta ton.

Batu bara di dalam negeri sebagian besar digunakan untuk pembangkit listrik, industri semen, pupuk, dan smelter. Kementerian ESDM mencatat kebutuhan batu bara domestik pada 2025 mencapai sekitar 254 juta ton.

Untuk menjaga pasokan energi tetap aman, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat produksi dan distribusi batu bara. PTBA mencatat produksi sekitar 47,2 juta ton pada 2025 dan menargetkan peningkatan produksi hingga 100 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

PTBA juga membangun jalur angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan di Sumatera Selatan. Proyek ini dilengkapi fasilitas Coal Handling Facility dan Train Loading Station untuk meningkatkan kapasitas distribusi hingga 20 juta ton per tahun. Hingga Januari 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai 80,81 persen berdasarkan data perusahaan.

Tak hanya untuk energi, batu bara kini juga mulai dikembangkan menjadi bahan baku industri bernilai tambah. PTBA tengah mengembangkan hilirisasi batu bara menjadi artificial graphite untuk bahan baku baterai kendaraan listrik, Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti LPG impor, serta kalium humat untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

Langkah tersebut menunjukkan batu bara tidak lagi hanya dipakai sebagai bahan bakar, tetapi juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung industri masa depan. Dengan penguatan produksi, logistik, dan hilirisasi, industri pertambangan diharapkan tetap menjadi penopang ketahanan energi sekaligus mendorong industrialisasi nasional.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Industri pertambangan #PT Bukit Asam Tbk #ketahanan energi #Mind ID #Batu Bara