Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sasar 30 Debitur, BRI Region 16 Manado Salurkan KUR 1,5 Triliun 

Ayurahmi Rais • Senin, 11 Mei 2026 | 18:11 WIB

 

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia.
Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia.

 

MANADOPOST.ID— Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah kerja BRI Region 16 Manado terus bertumbuh di tengah tantangan pembiayaan UMKM yang masih cukup kompleks. 

Hingga April 2026, penyaluran KUR BRI Region 16 Manado mencapai Rp1,501 triliun kepada 30.803 debitur.

 Realisasi terbesar masih berasal dari segmen KUR Mikro dengan plafon sampai Rp100 juta yang mencapai Rp1,247 triliun untuk 29.978 debitur. Sedangkan KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta tercatat sebesar Rp254,36 miliar kepada 825 debitur.

Regional Micro Banking Head BRI Region 16 Manado Rizky Andhika mengatakan, penyaluran KUR masih menjadi salah satu instrumen utama BRI untuk menjaga akses permodalan pelaku UMKM tetap terbuka, terutama bagi usaha-usaha yang sebelumnya sulit menjangkau pembiayaan formal.

Menurutnya, keberadaan jaringan layanan BRI hingga ke desa dan wilayah kepulauan membuat akses pembiayaan menjadi lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Pembiayaan KUR ini memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan murah bagi UMKM. Dengan jaringan kerja BRI yang tersebar hingga pelosok desa dan kepulauan, masyarakat memiliki alternatif pembiayaan formal yang lebih mudah diakses,” ujar Rizky.

Ia menjelaskan, penyaluran kredit di Region 16 Manado masih didominasi sektor-sektor yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Mulai dari perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan hingga penyediaan akomodasi dan makanan minuman.

Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM di kawasan timur Indonesia juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak kecil. Salah satu yang menjadi perhatian yakni tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) di Region 16 Manado yang sudah berada di atas 100 persen.

Kondisi tersebut berdampak pada tekanan kualitas kredit. Per 31 Maret 2026, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) KUR Mikro berada di level 5,05 persen, sedangkan KUR Kecil mencapai 5,09 persen.

Selain itu, kondisi geografis wilayah SulutGoMalut juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan dan pembinaan kredit. Wilayah kerja BRI yang tersebar hingga daerah kepulauan membuat proses supervisi membutuhkan waktu lebih panjang dengan dukungan akses transportasi yang belum sepenuhnya memadai.

Tantangan lain datang dari sisi digitalisasi. Berdasarkan data Susenas BPS, penetrasi internet di daerah pelosok baru mencapai 71,11 persen. Angka itu dinilai masih mempengaruhi proses edukasi pembiayaan dan pengembangan usaha masyarakat di wilayah terpencil.

Meski demikian, BRI tetap memperluas dukungan pembiayaan UMKM dengan memperkuat jaringan layanan. Saat ini BRI Region 16 Manado didukung 20 kantor cabang, 16 KCP, 203 BRI Unit dan 16 kantor kas. Selain itu terdapat 12.743 AgenBRILink, 572 EDC merchant, 102 ATM/CRM dan 36.415 QRIS BRI yang tersebar di wilayah kerja SulutGoMalut.

BRI juga mulai mendorong pengembangan ekosistem berbasis komoditas unggulan daerah. Di Gorontalo misalnya, fokus pembiayaan diarahkan pada komoditas jagung dan padi sawah.

 Sementara di Area Palu berkembang pada sektor perkebunan seperti kopi, kakao dan durian. Sedangkan Area Manado difokuskan pada sektor pertanian dan perikanan seperti cengkeh, pala, kopra serta hasil kelautan.

Diketahui, tahun ini, BRI Region 16 Manado menargetkan penyaluran KUR Mikro hingga Rp4,674 triliun dan KUR Kecil sebesar Rp751 miliar sampai akhir 2026

Editor : Ayurahmi Rais
#Penyaluran KUR BRI Region 16 Manado #Regional Micro Banking Head BRI Rizky Andhika #KUR BRI #BRI Region 16 Manado