MANADOPOST.ID - Minat anak muda untuk berbisnis terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain didukung perkembangan media sosial dan platform digital, banyak mahasiswa hingga fresh graduate kini mulai berani membangun usaha sendiri sejak dini. Namun, tidak sedikit bisnis yang sudah berjalan justru sulit berkembang dan berhenti di fase yang sama. Kondisi ini mendorong pentingnya akses pembelajaran, pendampingan, hingga dukungan modal agar usaha anak muda dapat naik level.
Berdasarkan riset SMERU pada 2022, sebanyak 73 persen anak muda tertarik untuk menjalankan bisnis. Kemudahan memasarkan produk secara digital membuat banyak usaha bisa dimulai dari lingkar pertemanan tanpa harus memiliki toko fisik. Meski begitu, tantangan terbesar biasanya muncul setelah bisnis mulai memiliki pelanggan dan pesanan rutin.
CEO & Founder Skin Game, Michella Ham, mengatakan bahwa membangun bisnis membutuhkan komitmen dan ketahanan karena setiap keputusan akan memengaruhi perkembangan usaha. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan bisnisnya secara tepat agar tidak sulit berkembang di kemudian hari.
“Memiliki bisnis seperti memiliki anak yang harus dijaga sepenuh hati. Kita perlu memahami apa yang dibutuhkan bisnis. Kalau salah langkah, bisnis bisa sulit naik level. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu tahan banting, berani belajar, dan tidak ragu bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman,” ujar Michella.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bisnis sudah berjalan tetapi belum benar-benar berkembang. Pertama, pendapatan usaha masih habis untuk memenuhi produksi berikutnya sehingga pelaku usaha sulit menambah stok, memperbaiki kemasan, atau memperluas promosi. Kedua, produk memang sudah laku, tetapi belum siap untuk ekspansi karena kapasitas produksi, kualitas, hingga strategi pemasaran belum stabil. Ketiga, pebisnis terlalu fokus pada operasional harian sehingga belum memiliki akses belajar dari mentor atau jejaring yang lebih berpengalaman.
Untuk membantu pebisnis muda berkembang, J&T Express menghadirkan J&T Super Seller Competition. Kompetisi bisnis ini ditujukan bagi mahasiswa aktif dan fresh graduate maksimal satu tahun setelah lulus yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan.
Dalam kompetisi tersebut, sebanyak 10 finalis akan memperoleh dana inkubasi masing-masing Rp20 juta. Sementara tiga pemenang utama berkesempatan mendapatkan hadiah Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta, ditambah tabungan usaha dari BCA senilai Rp25 juta untuk masing-masing pemenang.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, mengatakan bahwa banyak wirausaha muda membutuhkan wadah pengembangan agar bisnisnya bisa tumbuh lebih terarah.
“Melalui J&T Super Seller Competition, kami berharap dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk mengembangkan potensi usahanya dan membawa bisnis mereka naik level,” kata Herline.
Pendaftaran kompetisi dibuka gratis hingga 13 Juni 2026 melalui bit.ly/SuperSellerCompetition2026. Adapun informasi syarat dan ketentuan dapat diakses melalui jntdekatdihati.com/superseller.(AME)
Editor : Amelia Beatrix