MANADOPOST.ID - Kepercayaan yang diberikan Bank Indonesia (BI) kepada Bank SulutGo (BSG) Cabang Siau menjadi sinyal kuat terhadap semakin strategisnya peran perbankan daerah dalam menjaga kelancaran layanan kas di kawasan kepulauan.
BSG Cabang Siau dipercaya menjadi tuan rumah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sentra Kas Mitra Utama (SKM Utama) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, sebuah langkah yang diharapkan mampu memperkuat distribusi uang Rupiah hingga ke wilayah terluar.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor BSG Cabang Siau, Rabu (29/7/2026), itu menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Bank Indonesia dan industri perbankan dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, serta layak edar bagi masyarakat, khususnya di daerah kepulauan Sulawesi Utara.
Melalui kerja sama tersebut, sistem pengelolaan kas diharapkan semakin efektif sehingga distribusi uang tunai dapat berlangsung lebih aman, efisien, dan merata, termasuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dalam penandatanganan PKS tersebut, terdapat tiga bank yang mengelola Sentra Kas Mitra Utama di Sulawesi Utara, yakni BSG Cabang Siau sebagai pengelola SKM Utama Siau, BSG Cabang Melonguane sebagai pengelola SKM Utama Melonguane, serta Bank Mandiri Cabang Tahuna sebagai pengelola SKM Utama Tahuna.
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, bersama jajaran perbankan yang menjadi mitra dalam pengelolaan layanan kas di wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Joko menegaskan bahwa keberadaan Sentra Kas Mitra Utama di Siau, Melonguane, dan Tahuna merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan uang Rupiah di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Menurutnya, masyarakat di wilayah kepulauan harus memperoleh akses yang sama terhadap uang Rupiah yang layak edar, baik dari sisi jumlah, kualitas maupun pecahan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Sinergi dalam memperluas sistem pembayaran digital perlu berjalan beriringan dengan penyediaan uang Rupiah fisik yang layak edar dan inklusif. Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat tetap terpenuhi, termasuk di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ujar Joko.
Ia menjelaskan, transformasi Kas Titipan menjadi Sentra Kas Mitra Utama merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Bank Indonesia dan perbankan dalam memperkuat layanan kas nasional.
Melalui sistem tersebut, distribusi Rupiah dapat dilakukan lebih cepat, lebih efektif, sekaligus menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.
“Momentum ini menjadi awal penguatan kolaborasi untuk menghadirkan layanan Rupiah yang semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Branch Manager Bank SulutGo Cabang Siau Cheryl Humiang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BSG Cabang Siau sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan strategis tersebut.
Menurut Cheryl, penunjukan BSG Cabang Siau bukan hanya menjadi sebuah kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan kas dan distribusi uang Rupiah di wilayah kepulauan.
Ia menegaskan, BSG berkomitmen menjaga standar pelayanan agar masyarakat memperoleh akses terhadap uang tunai yang layak edar secara tepat waktu dan merata.
“Kepercayaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus memperkuat kualitas pelayanan dan meningkatkan peran BSG Cabang Siau dalam mendukung pengelolaan kas serta distribusi uang Rupiah yang layak edar kepada masyarakat,” kata Cheryl.
Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara Bank Indonesia dan industri perbankan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem layanan keuangan yang tangguh, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, sehingga mampu menghadirkan layanan keuangan yang lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan Sulawesi Utara,” tutup Cheryl.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Branch Manager Bank SulutGo Cabang Siau Grace Mamondol, Kepala Unit BRI Ulu Desman Harikatang, Kepala KCP BNI Siau Yulisye Dapar, Kepala Cabang Bank Mandiri Siau Oktavianus Buntoro, serta jajaran perbankan lainnya yang beroperasi di wilayah Siau.
Pelaksanaan penandatanganan PKS Sentra Kas Mitra Utama ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem pengelolaan uang Rupiah di Sulawesi Utara.
Dengan dukungan seluruh perbankan, layanan kas yang cepat, aman, dan berkualitas diyakini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi di kawasan kepulauan. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos