Penjualan Kain Pinawetengan asal Sulut Naik Lima Kali Lipat di KKI , Vanila dan Kopi Makin Mendunia

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Kain Pinawetengan asal Sulut menjadi pusat perhatian di KKI 2026
Kain Pinawetengan asal Sulut menjadi pusat perhatian di KKI 2026

 

 

MANADOPOST.ID — Produk unggulan UMKM Sulawesi Utara semakin menunjukkan daya saing di pasar global. Dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Kain Pinawetengan mencatat penjualan Rp110,3 juta atau meningkat lima kali lipat dibandingkan 2025, sementara produk vanila dan kopi Sulut berhasil membuka akses pasar ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

Capaian ini menjadi bagian dari kinerja positif UMKM Sulawesi Utara dalam ajang KKI 2026 yang digelar Bank Indonesia. Selain peningkatan penjualan, sejumlah produk unggulan daerah juga berhasil memperkuat branding dan memperluas jejaring bisnis hingga pasar internasional.

Secara nasional KKI 2026 mencatat penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar per 22 Agustus 2026. Angka ini meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025. Sementara itu, business matching (BM) ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.

Untuk BM pembiayaan, nilainya mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.

Khusus Sulut, penguatan branding produk kopi juga tercermin melalui Kopi Arabica Tomohon dari Elmonts Coffee. Produk ini semakin dikenal di pasar nasional dan memperoleh eksposur dalam rangkaian KKI 2026 melalui program take over bar Cangkir Nusantara.  Kopi Arabica Tomohon diseduh secara langsung oleh World Barista Champion, sehingga memberikan ruang promosi sekaligus memperkuat posisi kopi Sulawesi Utara di tengah pasar kopi nasional.
Dari sisi perluasan pasar global, Narasi Vanilla, produk vanila berkualitas tinggi asal Sulawesi Utara, berhasil membuka akses pasar ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan melalui business matching dan penandatanganan Letter of Intent (LOI).

Untuk pasar Malaysia, Narasi Vanilla melakukan pengiriman sampel vanilla beans, powder, dan paste kepada buyer SAF Synergy PLT (Blitz and Co). Sementara untuk Korea Selatan, dilakukan pengiriman 20 kilogram vanilla beans senilai USD2.500 kepada Global Mandehling Coffee Korea.

Adapun untuk pasar Jepang, Narasi Vanilla mengirimkan 24 pcs produk vanilla paste dan vanilla powder kepada Inonesia House of Bean Tokyo.

Tak hanya vanila, produk kopi Sulawesi Utara juga berhasil memperluas jejaring pasar internasional. Kopi Robusta Gunung Ambang dari Kota Kotamobagu yang memiliki kualitas ekspor membuka peluang pasar melalui business matching dengan Inonesia Indonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan KKI digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM Indonesia agar terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Namun, menurutnya, UMKM membutuhkan ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8).

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Pelaksanaan KKI 2026 turut didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM juga didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia. (*)

Editor : Ayurahmi Rais
KKI 2026 Kain Pinawetengan Sulut Kopi Vanila Bank Indonesi UMKM Sulut