MANADOPOST.ID— Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan dari dan menuju Jakarta. Sejumlah penerbangan rute Jakarta-Manado dan Manado-Jakarta pada Minggu (6/9/2026) tercatat mengalami pembatalan, sementara beberapa penerbangan lainnya masih berstatus standby.
Gangguan penerbangan ini terjadi setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Kondisi tersebut membuat operasional bandara dihentikan sementara dan berdampak terhadap sejumlah penerbangan.
Di Bandara Sam Ratulangi Manado, dampak tersebut terlihat dari sejumlah penerbangan rute Jakarta-Manado dan sebaliknya yang mengalami pembatalan.
Berdasarkan data operasional penerbangan Bandara Sam Ratulangi hingga pukul 11.30 WITA, penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan ID6274 dari Jakarta menuju Manado yang dijadwalkan tiba pukul 05.55 WITA dengan membawa 90 penumpang tercatat dibatalkan.
Penerbangan Garuda Indonesia GA606 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 06.20 WITA dengan membawa 95 penumpang juga mengalami pembatalan. Begitu pula penerbangan Batik Air ID6742 yang dijadwalkan tiba pukul 06.25 WITA dengan 104 penumpang.
Selanjutnya, penerbangan Garuda Indonesia GA600 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba di Manado pukul 13.45 WITA dengan membawa 130 penumpang juga tercatat dibatalkan.
Namun, tidak seluruh penerbangan Jakarta-Manado mengalami pembatalan. Penerbangan Citilink QG300 yang dijadwalkan tiba pukul 05.25 WITA dengan membawa 145 penumpang tercatat telah mendarat di Bandara Sam Ratulangi pada pukul 05.16 WITA.
Sementara itu, dua penerbangan lainnya masih berstatus standby. Penerbangan Batik Air ID6280 yang dijadwalkan tiba pukul 16.15 WITA dengan membawa 136 penumpang masih menunggu kepastian operasional. Hal yang sama terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia GA602 yang dijadwalkan tiba pukul 17.25 WITA dengan membawa 140 penumpang.
Gangguan penerbangan juga terjadi pada rute sebaliknya, yakni Manado menuju Jakarta.
Penerbangan Citilink QG301 yang dijadwalkan berangkat dari Manado pukul 05.55 WITA dengan membawa 175 penumpang tercatat dibatalkan. Kemudian penerbangan Batik Air ID6271 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.50 WITA dengan 136 penumpang juga dibatalkan.
Penerbangan Garuda Indonesia GA607 dengan jadwal keberangkatan pukul 07.20 WITA dan membawa 115 penumpang turut mengalami pembatalan. Begitu pula penerbangan Batik Air ID6743 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.25 WITA dengan membawa 118 penumpang.
Sementara penerbangan Garuda Indonesia GA601 yang dijadwalkan berangkat dari Manado menuju Jakarta pukul 14.45 WITA dengan membawa 145 penumpang juga tercatat dibatalkan.
Adapun penerbangan Batik Air ID6281 tujuan Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WITA dengan membawa 92 penumpang masih berstatus standby.
Dengan demikian, hingga laporan operasional pukul 11.30 WITA, terdapat sejumlah penerbangan Jakarta-Manado dan Manado-Jakarta yang telah dibatalkan, sementara tiga penerbangan lainnya masih menunggu kepastian keberangkatan atau kedatangan.
Bandara Sam Ratulangi Manado sendiri tetap beroperasi. Namun, penyesuaian penerbangan dilakukan sebagai dampak gangguan operasional di Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, serta jadwal penerbangan berikutnya. Karena itu, status penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik dan keputusan operasional maskapai.
Calon penumpang yang terdampak pembatalan maupun perubahan jadwal diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Penumpang juga dapat menghubungi layanan pelanggan maskapai untuk mendapatkan informasi terkait perubahan jadwal maupun pengembalian tiket.
Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap penerbangan.
Editor : Ayurahmi Rais