MANADOPOST.ID – Mengurus lingkungan ternyata bisa menghasilkan pupuk. Mengurus hutan bisa sekaligus memberdayakan petani. Itulah yang dilakukan PT Bridgestone Tire Indonesia melalui program keberlanjutan yang kini mendapat pengakuan nasional.
Dua programnya meraih penghargaan Nusantara CSR Awards 2026. Yakni Kampung Komposter Terintegrasi di Bekasi dan RISE (Reforestation, Innovation, and Sanggabuana Empowerment) di kawasan Gunung Sanggabuana.
Kampung Komposter sudah berjalan sejak 2025. Sasarannya sederhana: mengurangi sampah organik sejak dari rumah. Program ini melibatkan lebih dari 300 orang dan 224 keluarga di Bekasi Utara, serta mengedukasi 100 siswa.
Hasilnya mulai terlihat. Sebanyak 52 komposter aktif menghasilkan sekitar 230 liter pupuk organik cair dan 120 kilogram kompos selama 10 bulan. Sampah pun tidak sekadar dibuang. Ia diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Program RISE mengambil jalan berbeda, tetapi tujuannya searah. Bridgestone bekerja sama dengan Sanggabuana Conservation Foundation untuk menjaga keanekaragaman hayati. Agendanya meliputi pembangunan rumah bibit berkapasitas 5.000 tanaman, penanaman sedikitnya 400 pohon lokal, edukasi di 10 sekolah, hingga pemberdayaan 20 petani kopi.
Sejak 2024, program ini juga melibatkan karyawan sebagai relawan konservasi dan mendukung rehabilitasi tiga hektare ekosistem Gunung Sanggabuana.
Kedua program memperoleh penghargaan dalam ajang yang digelar La Tofi School of CSR pada April 2026. Bridgestone Indonesia meraih peringkat Platinum Alignment.
Kepedulian perusahaan itu tidak berhenti pada lingkungan. Melalui TOMO Holy Ban, Bridgestone juga mendukung kegiatan donor darah bersama PMI Jakarta Utara. Pada akhir September lalu, kegiatan tersebut mengumpulkan 40 kantong darah dari karyawan dan pelanggan.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno menegaskan, keberlanjutan bukan semata melindungi alam, melainkan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Bridgestone, bisnis yang baik bukan hanya tentang ban yang terus berputar. Ada lingkungan yang harus dijaga, masyarakat yang perlu diberdayakan, dan kehidupan yang bisa diselamatkan.(AME)
Editor : Amelia Beatrix