MANADOPOST.ID - Pertandingan antara ONIC Esports dan Alter Ego di babak playoff MPL Indonesia Season 16 benar-benar menjadi tontonan yang menegangkan.
Pertarungan ini bukan cuma soal gengsi, tapi juga menentukan siapa yang pertama kali memastikan tiket ke M7 World Championship.
Laga berjalan sengit sejak game pertama, di mana kedua tim tampil dengan performa maksimal.
ONIC yang dikenal dengan gaya main disiplin dan objektif menunjukkan konsistensi luar biasa sejak early game.
Alter Ego di sisi lain tampil agresif, memanfaatkan keunggulan rotasi cepat untuk mengimbangi tempo ONIC.
Menurut Liputan6, duel ini bahkan sempat disebut sebagai “final sebelum final” karena intensitas dan kualitas permainannya sangat tinggi.
Pertandingan berlangsung hingga lima game penuh, memperlihatkan kekuatan mental luar biasa dari kedua tim.
Baca Juga: Dominasi Total! Bigetron Academy Cetak Rekor 100% Kemenangan di MDL ID S12!
Game kelima menjadi puncak drama, di mana ONIC berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal di awal permainan.
Kiboy tampil sebagai salah satu penentu kemenangan berkat inisiasi briliannya yang membuka jalan untuk comeback.
Dilansir dari GGWP.ID, kemenangan 3-2 ini membuat ONIC menjadi tim pertama dari Indonesia yang memastikan slot ke M7 World Championship.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang rekor ONIC sebagai tim paling konsisten dalam sejarah MPL ID.
Sejak Season 8, ONIC selalu berhasil mencapai babak grand final, menunjukkan betapa kuatnya dominasi mereka di scene Mobile Legends Indonesia.
Pelatih ONIC, Mars, menyebut kemenangan ini adalah hasil kerja keras dan adaptasi strategi di setiap ronde.
Sementara itu, Alter Ego mengaku tetap bangga meski kalah karena mereka sudah memberi perlawanan maksimal.
Dari sisi statistik, CW dan Butss menjadi duo paling menonjol dalam laga ini berkat kontribusi kill dan damage yang tinggi.
Penggemar yang memenuhi venue pertandingan pun memberikan standing ovation untuk kedua tim setelah laga berakhir.
MPL ID S16 kini menyisakan pertarungan sengit di lower bracket antara EVOS dan Alter Ego untuk memperebutkan satu tiket grand final.
Menurut Tirto, laga-laga playoff musim ini menjadi yang paling ketat dalam sejarah MPL karena banyak tim punya peluang sama besar untuk menang.
Banyak analis menyebut ONIC kini berada di era keemasan, terutama dengan sinergi pemain lama dan pemain muda yang sangat solid.
Kemenangan ONIC juga menambah motivasi besar bagi tim lain yang masih berjuang di playoff.
Dengan performa yang konsisten, ONIC kini tidak hanya jadi favorit juara MPL ID S16, tapi juga kandidat kuat juara dunia di M7.
Keberhasilan ini membuat fans ONIC di seluruh Indonesia bangga karena tim kesayangan mereka kembali mengukir sejarah. (KT)
Editor : ALengkong