Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

BGN: Program MBG Putar Ekonomi Rakyat, Rp6,4 Miliar per Hari Mengalir di Sulut

Ridel Palar • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:19 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya didampingi Asisten dua Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan saat di wawancarai awak media.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya didampingi Asisten dua Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan saat di wawancarai awak media.

 

 

MANADOPOST.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian rakyat hingga ke tingkat bawah.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya usai rapat konsolidasi pelaksanaan Program MBG bersama kasatpel yayasan dan mitra se-Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Sentra, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (8/5/2026).

 

Menurut Sony, pemerintah saat ini menyalurkan anggaran dalam jumlah besar setiap hari ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.

 

“Kalau saya analogikan, uang pemerintah itu seperti butiran air hujan yang mengalir dari langit langsung ke tanah, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai kota metropolitan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, secara nasional dana yang dialirkan pemerintah ke seluruh SPPG mencapai rata-rata Rp1 triliun per hari.

 

“Dari jumlah itu, sekitar Rp122 miliar diserap oleh 1,2 juta relawan yang bekerja di SPPG,” katanya.

 

Khusus di Sulawesi Utara, kata Sony, dana yang beredar melalui program MBG mencapai Rp6.477.589.800 per hari dan telah menyerap sebanyak 8.413 tenaga kerja.

 

“Uang dari pemerintah itu benar-benar mengalir ke masyarakat melalui seluruh SPPG yang ada di Sulut, mulai dari Bolaang Mongondow, Minahasa sampai Kotamobagu hingga kepulauan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, dana tersebut tidak berhenti di pelaksana program semata, melainkan turut menggerakkan pelaku usaha kecil di berbagai sektor.

 

“Uang itu mengalir ke pedagang beras, penjual ikan, sayur, buah, telur ayam hingga daging ayam. Jadi program ini benar-benar menghidupkan dan memutar ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” ungkap Sony.

 

Menurutnya, dampak ekonomi dari program MBG menjadi salah satu bukti nyata bahwa program pemerintah pusat mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat. (Del)

Editor : Ridel Palar
#BGN RI #Mbg