Peran Krusial Vaksinasi HPV sebagai Benteng Utama Pencegahan Kanker Serviks di Indonesia

ALengkong • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:19 WIB
Ilustrasi serviks
Ilustrasi serviks

MANADOPOST.COM - Ancaman kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan kaum perempuan di tanah air. Merujuk pada catatan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2022, tercatat ada 36.964 temuan anyar kasus kanker serviks di Indonesia, menempatkannya tepat di bawah kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling sering menjangkau perempuan. Guna meredam eskalasi kasus tersebut, tindakan vaksinasi HPV berdiri sebagai benteng pertahanan primer yang paling utama. Pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pencegahan ini sangat diperlukan agar masyarakat semakin sadar akan bahaya infeksi Human Papillomavirus (HPV) jangka panjang.

Berdasarkan pemaparan dari Senior Consultant Medical Oncologist Parkway Cancer Centre Singapura, Dr. See Hui Ti, vaksinasi HPV adalah instrumen pencegahan paling ampuh dan lugas tanpa ada alternatif metode lain yang memiliki tingkat kemanjuran sebanding. Rentang usia paling prima untuk mendapatkan vaksin ini ialah ketika menginjak usia 9 sampai 12 tahun, yakni masa di mana individu belum terpapar risiko penularan virus. Pemberian pada usia dini amat disarankan sebab sistem imun tubuh mempunyai daya ingat yang jauh lebih tangguh melalui sel memori, sehingga sanggup menawarkan proteksi yang lebih awet, kuat, dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan target eliminasi global melalui strategi 90-70-90, yang salah satunya mewajibkan 90 persen anak perempuan sudah menerima vaksin HPV sebelum menginjak usia 15 tahun.

Walaupun demikian, individu dewasa yang belum pernah sama sekali menerima suntikan vaksin HPV tetap berkesempatan menikmati proteksi medis ini, kendati derajat efektivitasnya tidak setinggi tatkala diberikan pada masa kanak-kanak ataupun remaja. Vaksin tersebut bahkan masih direkomendasikan bagi perempuan dewasa hingga rentang umur 45 sampai 60 tahun jika belum pernah memperoleh imunisasi serupa. Hal ini dikarenakan risiko paparan infeksi HPV tetap ada seiring bertambahnya usia, terlebih jika seseorang masih aktif secara seksual atau berganti pasangan di usia lanjut, di mana kemampuan sistem kekebalan tubuh alami untuk membersihkan virus sudah mulai mengalami penurunan.

Di samping itu, vaksin HPV nyatanya tidak hanya dikhususkan bagi kaum wanita saja, melainkan turut krusial diberikan kepada anak laki-laki guna menghindarkan mereka dari risiko penyakit lain seperti kutil kelamin serta kanker anus, sekaligus menekan rantai transmisi virus di tengah masyarakat secara menyeluruh. Dengan memberikan vaksin kepada anak laki-laki, sistem kekebalan kelompok (herd immunity) akan terbentuk dengan lebih baik sehingga secara tidak langsung turut melindungi para perempuan dari ancaman penularan infeksi berbahaya ini.

Editor : ALengkong
kesehatan perempuan kanker serviks pencegahan kanker vaksin hpv