Obesitas Bukan Sekadar Soal Berat Badan, APL Dorong Masyarakat Berani Cari Bantuan Medis

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:51 WIB
APL Dorong Obesitas Dipahami sebagai Penyakit Kronis, Bukan Sekadar Masalah Gaya Hidup
APL Dorong Obesitas Dipahami sebagai Penyakit Kronis, Bukan Sekadar Masalah Gaya Hidup

MANADOPOST.ID – PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) meluncurkan kampanye edukasi kesehatan “Berani Bicara Berat” untuk mendorong masyarakat memahami obesitas sebagai penyakit kronis yang kompleks dan membutuhkan penanganan medis yang tepat.

Kampanye tersebut diluncurkan di Jakarta, Jumat (14/8/2026), dengan mengangkat pentingnya mengubah cara pandang terhadap obesitas. APL menilai stigma bahwa obesitas semata-mata disebabkan kurangnya disiplin atau pilihan gaya hidup dapat membuat seseorang enggan mencari bantuan tenaga kesehatan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 23,4 persen orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Angka tersebut setara dengan hampir satu dari empat orang dewasa.

“Obesitas bukan sekadar persoalan berat badan atau gaya hidup. Obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks dan terus berkembang di Indonesia,” ujar Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono.

Menurut Dante, pemahaman masyarakat mengenai obesitas perlu diperkuat agar individu yang mengalaminya dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Chief Operating Officer, Commercialization APL Ay Lie Widjaja mengatakan, kampanye “Berani Bicara Berat” menjadi bagian dari upaya APL memperluas edukasi berbasis sains sekaligus mendorong masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

“Tidak seorang pun seharusnya menghadapi tantangan obesitas seorang diri,” kata Ay Lie.

Dalam peluncuran kampanye, APL juga menggelar diskusi yang menghadirkan pakar endokrinologi, gizi klinis, dan kesehatan masyarakat. Para ahli menekankan bahwa penanganan obesitas tidak dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk setiap orang.

Ketua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir menjelaskan, tubuh memiliki mekanisme biologis yang mempertahankan berat badan sehingga penurunan berat badan secara signifikan dan berkelanjutan dapat menjadi tantangan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat PDGKI dr. Erwin Christianto menekankan pentingnya asesmen gizi klinis yang dipersonalisasi. Penanganan dapat mencakup perubahan perilaku, dukungan psikologis, strategi nutrisi, hingga terapi medis sesuai kondisi masing-masing individu.

Melalui kampanye tersebut, APL juga menyiapkan microsite edukasi berbasis sains dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung edukasi bagi lebih dari 21.000 tenaga kesehatan di Indonesia.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
Berani Bicara Berat APL obesitas penyakit kronis