MANADOPOST.ID - Lipstik yang mengalami perubahan aroma, warna, tekstur, kemasan, atau sudah melewati masa kedaluwarsa sebaiknya tidak lagi digunakan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kualitas dan keamanan produk sudah menurun.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK (Sp.DVE), menjelaskan bahwa kondisi fisik kosmetik perlu diperhatikan sebelum produk digunakan kembali. Kosmetik dapat mengalami degradasi formula maupun kontaminasi mikroba selama penyimpanan.
Perubahan aroma menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan ketika mengecek kondisi lipstik. Jika aroma yang sebelumnya tidak berbau atau memiliki wangi tertentu berubah menjadi menyengat dan tidak sedap, pemakaian sebaiknya dihentikan.
Perubahan bau dapat menunjukkan bahwa komposisi produk sudah mengalami perubahan. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak mengabaikan aroma yang terasa berbeda hanya karena lipstik tersebut masih terlihat dapat digunakan.
Warna lipstik juga perlu diperiksa sebelum digunakan. Produk yang warnanya memudar, berubah tidak merata, atau terlihat berbeda secara mencolok dari kondisi awal perlu mendapatkan perhatian lebih.
Perubahan warna dapat menjadi tanda terjadinya perubahan pada produk selama penyimpanan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengguna sebaiknya tidak hanya menilai kelayakan lipstik berdasarkan kemampuannya untuk tetap memberikan warna.
Tekstur merupakan tanda berikutnya yang dapat menunjukkan kondisi lipstik sudah berubah. Produk yang menggumpal, mengering, menjadi terlalu encer, atau sulit diaplikasikan seperti sebelumnya sebaiknya tidak digunakan kembali.
Menurut dr. Arini, perubahan konsistensi dapat mengindikasikan terjadinya degradasi maupun kontaminasi pada kosmetik. Karena itu, perubahan tekstur perlu diperhatikan meskipun produk belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Kondisi kemasan juga berpengaruh terhadap kelayakan lipstik. Kemasan yang rusak atau tidak dapat ditutup dengan rapat dapat membuat produk lebih mudah terpapar udara dan lingkungan sekitar.
Pengguna dianjurkan memastikan lipstik selalu tertutup rapat setelah digunakan. Produk juga sebaiknya disimpan mengikuti petunjuk pada kemasan agar kondisinya tetap terjaga selama masa penggunaannya.
Masa kedaluwarsa menjadi hal lain yang perlu diperiksa sebelum menggunakan lipstik. Produk yang sudah melewati masa kedaluwarsa sebaiknya tidak digunakan kembali meskipun secara fisik masih terlihat normal.
Namun, pengguna juga tidak disarankan hanya mengandalkan tanggal kedaluwarsa. Lipstik yang sudah menunjukkan perubahan aroma, warna, atau tekstur sebelum tanggal tersebut tetap sebaiknya tidak dipaksakan untuk digunakan.
Selain kondisi fisik produk, reaksi yang muncul pada bibir juga perlu menjadi perhatian. Rasa panas atau terbakar, gatal, pembengkakan, bibir pecah-pecah terus-menerus, maupun dermatitis dapat menjadi tanda untuk menghentikan pemakaian.
Dr. Arini menyarankan pemilik bibir sensitif atau yang mudah mengalami dermatitis bibir mempertimbangkan produk dengan formula sederhana. Produk bebas pewangi dan perasa dapat dipertimbangkan sesuai kondisi masing-masing.
Jika gangguan pada bibir tidak kunjung mereda setelah penggunaan dihentikan, pemeriksaan kepada dokter kulit dapat dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Cara penyimpanan juga dapat memengaruhi kondisi lipstik selama digunakan. Produk sebaiknya tidak diletakkan pada tempat yang terlalu panas atau lembap karena kondisi lingkungan tersebut dapat memengaruhi kualitas kosmetik.
Lipstik juga sebaiknya tidak digunakan secara bergantian dengan orang lain. Penggunaan bersama dapat meningkatkan kemungkinan perpindahan mikroorganisme dan bakteri melalui kontak langsung pada area bibir.
Dengan memperhatikan perubahan aroma, warna, tekstur, kemasan, dan masa kedaluwarsa, pengguna dapat lebih mudah mengenali lipstik yang sudah tidak layak. Pemeriksaan sederhana tersebut penting dilakukan sebelum produk kembali diaplikasikan pada bibir.
Editor : ALengkong