Melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Cepat KSOP Manado Capt. Benaya Samri Yostavia, menjelaskan bahwa dari total armada yang ada, sebagian besar sudah siap beroperasi.
"Dapat kami sampaikan bahwa untuk angkutan Lebaran 2026, kami telah melaksanakan ram-check terhadap kapal-kapal yang akan melayani libur Lebaran ini. Ada 22 kapal yang eksisting, namun ada 5 armada yang sedang melaksanakan docking dan kemungkinan tidak melaksanakan angkutan Lebaran tahun ini," ujar Capt. Benaya.
Terkait kondisi cuaca, pihak KSOP Manado terus melakukan pemantauan intensif melalui koordinasi dengan BMKG. Meski terdapat peringatan gelombang tinggi di beberapa titik perairan, jalur pelayaran dari Manado sejauh ini masih terpantau aman.
"Kami memantau di perairan laut sendiri dari tanggal 12 sampai 15 Maret memang ada gelombang sekitar 4 meter menurut BMKG. Akan tetapi, kami tetap berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan Manado ataupun tujuan seperti Talaud, informasi yang kami terima gelombang masih sekitar 1,5 meter dan belum ada penundaan keberangkatan," tambahnya.
Untuk mengawal kelancaran arus mudik, Posko Lebaran 2026 telah mulai dioperasikan per hari ini, 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Pembukaan posko dilakukan secara virtual oleh Menteri Perhubungan.
Capt. Benaya menegaskan bahwa pihaknya telah membangun sinergi kuat dengan berbagai instansi melalui rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (10/3) lalu.
"Sinergi kami melibatkan TNI-Polri, BMKG, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut," pungkasnya.
Editor : Grand Regar