Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sisi Lain Patroli Kamtibmas Polda Sulut: Saat Deru Vespa Klasik Wakapolda dan PJU Tembus Pelosok Tombulu, Ketuk Pintu Hati Warga

Grand Regar • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:53 WIB
Dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut menggelar kegiatan patroli wilayah menggunakan sepeda motor skutik klasik yaitu motor Vespa, Sabtu (30/05/2026).
Dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut menggelar kegiatan patroli wilayah menggunakan sepeda motor skutik klasik yaitu motor Vespa, Sabtu (30/05/2026).

MANADOPOST.ID-Suara khas mesin kanan dua tak sayup-sayup memecah keheningan jalanan berliku menuju Minahasa, Sabtu (30/5/2026). Pagi tadi, pemandangan tak biasa tersaji di jalur yang membelah rimbunnya pepohonan.

Selembar rute yang biasanya sepi, mendadak diramaikan oleh iring-iringan motor skutik klasik. Menariknya, di balik kemudi sespan dan stang besi khas Vespa itu, bukan sekadar komunitas pencinta skuter biasa, melainkan para petinggi Korps Bhayangkara Sulawesi Utara.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono berada di barisan depan. Di belakangnya, berjejer rapi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut, menunggangi Vespa kesayangan mereka yang biasanya hanya terparkir rapi di garasi rumah.

Hari itu, ego seragam dan padatnya rutinitas kedinasan ditanggalkan sejenak. Di hari libur, mereka memilih menyatu dengan aspal, memacu skuter untuk sebuah misi Patroli Kamtibmas.

Ide ini sebenarnya sederhana, berangkat dari hobi yang sama. "Teman-teman PJU kemarin itu trennya ada yang punya Vespa-Vespa jadul di rumah, disimpan-simpan. Akhirnya kita bikin klub old scooter," ujar Brigjen Pol Awi sembari tersenyum, menceritakan awal mula terbentuknya wadah unik ini.

Namun, bagi seorang jenderal bintang satu, hobi tak boleh sekadar menjadi sarana buang waktu. Skuter-skuter klasik ini kemudian dikemas ulang menjadi kendaraan taktis humanis. Rutenya pun sengaja dipilih yang tak biasa: jalur-jalur tikus, tanjakan, dan pelosok pedesaan.

"Konsepnya memang kita ini dengan kesibukan tidak bisa menyentuh seluruh jajaran. Makanya waktu libur begini kita manfaatkan untuk keliling," lanjut Awi.

Perjalanan touring kali ini mengarah ke Polsek Tombulu, sebuah wilayah yang relatif tenang namun memiliki tantangan geografis tersendiri. Kedatangan rombongan berbaju rompi hitam ini praktis mengejutkan personel di sana.

"Dengan ini yang jelas kami bisa memantau wilayah, kami bisa tahu kondisi riil. Polsek Tombulu ini mungkin baru pertama kali kami lewat sini," aku jenderal ramah ini, menggambarkan betapa efektifnya roda dua dalam memetakan situasi keamanan secara langsung ke akar rumput.

Namun, di tengah perjalanan menyusuri rute pelosok tersebut, para perwira tinggi ini justru menangkap realitas lain. Di balik indahnya pemandangan hijau khas Bumi Nyiur Melambai, mata mereka menangkap sosok-sosok warga kurang beruntung yang tengah bertahan hidup di paruh hari.

Spontan, jiwa bhayangkara mereka terusik. Di pinggir jalan, komunikasi singkat terjadi antar-sesama pengendara Vespa. "Timbullah inisiatif dari teman-teman untuk berbagi. Kita sisihkan dari teman-teman ini, kita iuran, kita kumpulin uang, lalu kita belikan sembako," kenang Wakapolda.

Bantuan sosial yang terkumpul secara mendadak dari dompet para pejabat utama itu akhirnya diturunkan di Polsek Tombulu. Paket-paket sembako itu diserahkan untuk segera disalurkan kepada warga sekitar yang paling membutuhkan.

Bagi warga, ini bukan sekadar tentang isi sembako yang mereka terima, melainkan tentang kehadiran fisik dari para pelindung masyarakat yang mau turun langsung, mendengarkan, dan mengulurkan tangan tanpa sekat birokrasi.

Aksi sosial yang dibungkus dengan deru mesin Vespa ini diakui Wakapolda bukan yang pertama, dan dipastikan bukan yang terakhir. Selama roda Vespa masih bisa berputar dan selama amanah jabatan masih di pundak, misi kemanusiaan ini akan terus melaju.

Sinar matahari mulai meninggi, memantul di spion krom motor-motor skutik yang bersiap kembali melanjutkan perjalanan. Brigjen Pol Awi Setiyono memakai kembali helmnya, bersiap menyalakan mesin kanan yang legendaris itu. Sebelum berlalu, sebuah janji ia titipkan untuk tanah Sulawesi Utara.

“Ke depan kita juga akan lewat rute-rute yang lain. Kita upayakan se-Sulawesi Utara ini bisa kita lalui semua, selama saya berdinas di sini," pungkasnya, sebelum memutar gas dan memimpin kembali pasukannya membelah jalanan, menyisakan kepulan asap tipis dan cerita hangat yang tertinggal di Tombulu. (gnr)

Editor : Grand Regar
#Bantuan #awi setiyono #Wakapolda Sulut #Tombulu #Polda Sulut