Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Desak Perbatasan Dibuka, Ini Kebutuhan Mendesak Korban Serangan di Gaza

Clavel Lukas • Senin, 17 Mei 2021 | 00:02 WIB
Warga Palestina di Jalur Gaza yang dijadikan tameng manusia oleh Hamas
Warga Palestina di Jalur Gaza yang dijadikan tameng manusia oleh Hamas
MANADOPOST.ID--Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mendesak agar perbatasan Gaza bisa segera dibuka. Hal itu untuk memberikan akses bantuan, terutama kesehatan dan logistik. Ketua Umum Dewan Pimpina Nasional (DPN) BSMI M. Djazuli Ambari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/5) mengatakan, ratusan korban wafat dan ribuan korban luka di Palestina memerlukan bantuan kesehatan mendesak. BSMI juga mendesak dunia untuk membantu Palestina sebab fasilitas kesehatan di Gaza terancam kolaps menangani korban serangan Israel. Karena itu, yang paling diperlukan adalah bantuan medis berupa obat-obatan, kursi roda, serta logistik, baik untuk pasien, tenaga kesehatan, maupun warga yang kehilangan rumah. “Selain itu, bantuan dokter spesialis akibat load yang tinggi di fasilitas kesehatan di Gaza,” kata Djazuli. Berdasarkan keterangan dari sukarelawan BSMI di Gaza dan Al Quds, saat ini kebutuhan yang mendesak adalah perawatan para korban terluka akibat serangan Israel. Selain itu, bantuan logistik juga diperlukan bagi mereka yang kehilangan rumah dan tempat tinggal. Warga Palestina menghadiri pemakaman 15 orang yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza. (Haitham Imad / EPA / Aljazeera) Lebih lanjut, Djazuli mendesak Dewan Keamanan PBB dan organisasi internasional agar Israel menghentikan tindakan agresinya di Gaza dan Al Quds, Yerusalem. Bahkan, Djazuli juga menyayangkan tindakan Amerika Serikat (AS) yang memblokir rapat darurat Sidang Keamanan PBB terkait dengan agresi Israel ke Palestina. “Kami desak Dewan Keamanan PBB segera bertindak. Sikap AS yang enggan menggelar rapat darurat Sidang DK PBB amat disayangkan sebab agresi yang dilakukan pada saat umat Islam menggelar ibadah pada bulan Ramadan dan Idulfitri,” katanya. Seorang pria Palestina melihat kehancuran sebuah bangunan yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza. (Khalil Hamra/AP/Aljazeera) Menurut dia, banyak korban anak-anak dan perempuan yang nonkombatan akibat agresi tersebut. Hal itu merupakan pelanggaran yang nyata terhadap Konvensi Jenewa 1949. Djazuli menegaskan agar Israel harus segera menghentikan semua tindakan kekerasan di Gaza dan Al Quds tanpa syarat. Selain itu, Israel harus bertanggung jawab atas kerusakan dan jatuhnya korban jiwa akibat perbuatan mereka, baik secara hukum, moril, maupun materiel. Namun, Djazuli mengapresiasi dan mendukung sikap pemerintah Indonesia yang langsung merespons keras tindakan Israel. Ia berharap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bisa menggalang dan menyatukan semua komponen bangsa di Indonesia untuk memberikan tekanan lebih kuat ke dunia. “Termasuk dalam mengirim bantuan setelah kemarin bisa mengirim bantuan ke India, kini kami menunggu komitmen pemerintah bisa mengirim bantuan juga untuk masyarakat Palestina,” ujar Djazuli.(jawapos) Editor : Clavel Lukas
#palestina #BSMI #Hamas #jalur gaza #serangan israel #Gaza #militan Hamas #yerusalem #Israel