Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ahli Virus Klarifikasi Dokumen AS Terkait Penelitian Covid di Wuhan

Clavel Lukas • Sabtu, 11 September 2021 | 14:13 WIB
Ilustrasi Peneilitan Covid di Wuhan. (FeatureChina via AP)
Ilustrasi Peneilitan Covid di Wuhan. (FeatureChina via AP)
MANADOPOST.ID--Beredarnya dokumen publik yang menyebutkan pemerintah AS berada di balik penelitian Covid-19 terus menuai komentar para ahli. AS disebut telah menggelontorkan USD 3,1 juta kepada organisasi kesehatan ‘EcoHealth Alliance’ untuk mendukung penelitian Covid-19 di Institut Virologi (WIV) Wuhan, Tiongkok. Laporan Fox News, dari kantor berita AS The Intercept, nilai total proyek penelitian itu mencapai USD 3,1 juta. Buntutnya, nama Ahli Penyakit Menular AS, dr Anthony Fauci ikut dituding berbohong. Dana hibah untuk eksperimen kontroversial itu berasal dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular National Institutes of Health (NIH), yang dipimpin oleh Anthony Fauci. Peneliti utama dari hibah tersebut adalah Presiden EcoHealth Alliance Peter Daszak, yang telah menjadi suara kunci dalam pencarian asal usul Covid-19. Para ilmuwan dengan suara bulat mengklarifikasi hal itu. Mereka mengatakan kepada The Intercept bahwa percobaan menginfeksi tikus rekayasa genetika dengan virus hibrida ‘chimeric’, tidak dapat secara langsung memicu pandemi. Tak satu pun dari virus yang tercantum dalam percobaan yang terkait dengan Covid-19, cukup dekat untuk berevolusi ke dalamnya. Namun, beberapa ilmuwan mengatakan informasi baru, yang dirilis NIH setelah digugat oleh The Intercept, menunjuk pada masalah keamanan hayati. Ilmuan menyoroti kurangnya pengawasan untuk penelitian tentang patogen. “Sebagai ahli virologi, saya pribadi berpikir menciptakan chimera dari virus Korona kelelawar terkait SARS berisiko tinggi bagi manusia,” kata ahli yang mempelajari evolusi virus di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Jesse Bloom. Pada Mei, Fauci bersaksi di depan Kongres. Menurutnya NIH tidak pernah mendanai penelitian di Institut Virologi Wuhan. Dokumen-dokumen itu tidak menetapkan apakah Fauci secara langsung mengetahui proyek itu. Intercept berkonsultasi dengan 11 ilmuwan yang merupakan ahli virologi yang memiliki berbagai pandangan tentang etika penelitian dan pencarian asal-usul Covid-19. Seorang ahli mengatakan bahwa eksperimen itu benar-benar tidak memenuhi standar untuk penelitian. “Anda tidak dapat memprediksi bahwa virus ini akan lebih patogen (menimbulkan penyakit pada inangnya), pada manusia,” kata ahli virus dari Organisasi Penyakit Infeksi dan Vaksin di Universitas Saskatchewan Angela Rasmussen. “Eksperimen ini juga tidak mempelajari transmisibilitas (penularan) sama sekali. yang berarti bahwa para ilmuwan tidak melihat apakah virus dapat menyebar ke seluruh populasi,” katanya. Tiga ahli lain mengatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi yang cukup tentang kebijakan AS untuk mengomentari apakah penelitian tersebut memenuhi kriteria NIH atau tidak. Seorang ahli virologi, Vincent Racaniello, yang juga ahli mikrobiologi dan imunologi di Universitas Columbia, mengatakan hal berbeda. Dia tidak melihatnya sebagai masalah. Sementara Manajer Komunikasi untuk EcoHealth Alliance, Robert Kessler membantah anggapan eksperimen itu berisiko bagi manusia. Ia menegaskan pekerjaan pada tikus yang dimanusiakan sudah memenuhi definisi penelitian keuntungan-fungsi. Kessler bersikeras bahwa virus kelelawar bukanlah patogen pandemik potensial. “Virus kelelawar tidak diketahui dapat menginfeksi manusia. Belum terbukti menyebabkan infeksi pada manusia, dan belum terbukti menular antar manusia,” tuturnya. Akan tetapi, penelitian itu memang difokuskan pada ancaman yang ditimbulkan oleh virus kelelawar terhadap manusia. Kessler menegaskan penelitian ini dirancang untuk mengukur bagaimana virus Korona kelelawar dapat berevolusi untuk menginfeksi manusia. Juru bicara NIH Elizabeth Deatrick mengatakan bahwa agensi tersebut telah mempertimbangkan penelitian tersebut.(Jawapos) Editor : Clavel Lukas
#Wuhan #Penelitian Covid #Dokumen AS #Ahli Virus