Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

ASEAN Sepakat Membangun Mobil Listrik dan Memperkuat Konektivitas Pembayaran Digital Antarnegara

Toar Rotulung • Jumat, 12 Mei 2023 | 22:06 WIB
FAMILY PHOTO: Para pemimpin ASEAN berfoto bersama di Labuan Bajo. (MUCHLIS/SETNEG)
FAMILY PHOTO: Para pemimpin ASEAN berfoto bersama di Labuan Bajo. (MUCHLIS/SETNEG)
MANADOPOST.ID - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN berakhir pada hari sebelumnya (11/5). Presiden Joko Widodo mengungkapkan kesimpulan dari pertemuan tersebut. Beberapa tema yang dibahas antara lain isu pekerja migran, perdagangan manusia, konflik di Myanmar, dan kerja sama ekonomi.

Perlindungan terhadap pekerja migran dan korban perdagangan manusia menjadi perhatian utama pemimpin ASEAN. Jokowi mengajak negara-negara ASEAN untuk bertindak tegas terhadap para pelaku.

Ia menyebut bahwa sebagian besar korban berasal dari negara-negara ASEAN, seringkali karena penipuan online. Baru-baru ini, 20 warga negara Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia di Myanmar berhasil diselamatkan.

Terkait konflik di Myanmar, Jokowi menegaskan bahwa negara-negara ASEAN sepakat untuk tidak mengakui pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. ASEAN juga sepakat untuk terlibat dengan semua pihak yang memiliki kepentingan sesuai dengan mandat yang telah disepakati.

"ASEAN tidak akan membiarkan pihak manapun, baik di dalam maupun di luar ASEAN, mengambil keuntungan dari konflik internal di Myanmar. Kekerasan harus dihentikan dan rakyat harus dilindungi," ujar Jokowi.

Dalam hal penguatan kerja sama ekonomi, ASEAN sepakat untuk membangun ekosistem mobil listrik dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok global dengan mengedepankan hilirisasi industri.

ASEAN juga berkomitmen untuk meningkatkan implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antarnegara. Hal ini sejalan dengan tujuan ASEAN untuk memperkuat sentralitasnya dan mencapai kemandirian.

Menlu Retno Marsudi menekankan bahwa meskipun belum ada perkembangan dalam penyelesaian isu Myanmar melalui 5 point of consensus (5 PC), hal tersebut tidak berarti ASEAN menyerah. Komitmen ASEAN tetap kuat dalam membantu masyarakat Myanmar.

"Presiden Jokowi menyatakan bahwa komitmen ASEAN tetap kuat dalam membantu rakyat Myanmar melalui penyediaan bantuan kemanusiaan dan penerapan prinsip 'no one left behind'," jelasnya.

Selain itu, Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan dialog dengan berbagai pihak di Myanmar, termasuk junta militer dan pihak-pihak terkait lainnya. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari negara-negara anggota ASEAN. Hal ini juga disampaikan oleh anggota ASEAN dalam KTT Ke-24 ASEAN.

Menlu Retno juga menyoroti prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama oleh ASEAN sejak awal terbentuknya, termasuk menghormati dan menerapkan prinsip ketaatan pada hukum, pemerintahan yang baik, demokrasi, dan pemerintahan yang sesuai konstitusi. (JawaPos) Editor : Toar Rotulung
#mobil listrik #pembayaran digital #KTT ASEAN