MANADOPOST.ID - LSM Israel Gisha telah merilis pernyataan mengenai keputusan kabinet Israel untuk memulangkan para pekerja yang berada di negara itu pada hari dimulainya perang di Gaza.
Disebutkan bahwa kelompok hak asasi manusia termasuk Gisha dan HaMoked sebelumnya telah menyerahkan surat, petisi dan pertanyaan individu kepada otoritas Israel mengenai ratusan penduduk Gaza.
Itu termasuk pekerja dan orang-orang yang memasuki Israel dengan izin untuk menerima perawatan medis.
Mereka hadir di Israel pada tanggal 7 Oktober dan sejak itu ditahan secara tidak sah dan diam-diam oleh otoritas Israel.
Organisasi tersebut mengatakan para pekerja ditahan oleh Israel setidaknya di dua fasilitas pangkalan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki di luar keinginan mereka.
Mereka terputus dari dunia luar dan tanpa akses terhadap perwakilan hukum. Melansir Al Jazeera, mereka juga kehilangan hak untuk mendapatkan proses hukum.
“Israel menolak untuk mengungkapkan nama dan keberadaan semua orang yang ditahan, serta dasar hukum penahanan mereka. Kami mempunyai alasan untuk percaya bahwa kondisi penahanan di fasilitas-fasilitas ini sangat mengerikan, dan para tahanan menjadi sasaran kekerasan fisik dan psikologis yang ekstensif, serta ditahan dalam kondisi yang tidak manusiawi,” kata pernyataan itu. (tkg)