MANADOPOST.ID - Ketegangan meningkat di Israel mengenai peran kaum Yahudi ultra-Ortodoks di militer.
Hal ini terjadi ketika pemerintah mendekati tenggat waktu untuk mengesahkan undang-undang baru yang mengatur atau menghapuskan pengecualian militer de facto bagi mereka.
Kaum Yahudi ultra-Ortodoks Israel, yang juga disebut Haredi, secara tradisional dikecualikan dari wajib militer Sehingga mereka dapat fokus mempelajari Taurat.
Ribuan orang berdemonstrasi di Tel Aviv tadi malam menyerukan agar orang-orang Yahudi Haredi memikul beban mereka dan menjalani wajib militer di tengah kekurangan personel akibat perang di Gaza.
“Tentara Israel sudah sangat kuat dan jumlah tentaranya tidak cukup, dan pada saat yang sama ada 66 RIBU anggota komunitas Haredi yang muda dan sehat, pada usia wajib militer, yang tidak bergabung,” kata pemimpin oposisi Yair Lapid pada protes tersebut. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos