Dalam tinjauan tahunan mereka, GFP menegaskan bahwa Amerika Serikat mempertahankan peringkat pertama dari 145 negara yang dievaluasi, dengan skor PwrIndx* mencapai 0,0699. Entri ini terakhir ditinjau pada (03/07/2024).
Sejak 18 tahun terakhir, Amerika Serikat secara konsisten mempertahankan posisinya di puncak indeks GFP, mengungguli pesaing utamanya seperti Rusia dan Tiongkok.
Ini disebabkan oleh keunggulan Amerika Serikat dalam berbagai kategori, termasuk sumber daya material, keuangan, dan sumber daya manusia yang kritis untuk operasi militer modern.
Amerika Serikat secara konsisten masuk dalam kelompok negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia menurut rumus indeks GFP.
- Anggota NATO dan Kekuatan Finansial:
Sebagai anggota pendiri NATO, Amerika Serikat tidak hanya mendominasi di bidang militer tetapi juga dalam keuangan global. Negara ini termasuk dalam 10 besar produsen minyak mentah, gas alam, dan batubara, sumber daya alam yang sangat strategis.
- Tenaga Nuklir dan Potensi Personel:
Amerika Serikat dikenal sebagai kekuatan nuklir terkemuka berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Dengan jumlah penduduk yang besar, lebih dari 149 juta tenaga kerja tersedia, termasuk 1,328 juta personel aktif yang tersebar di Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut.
Menurut GFP, evaluasi ini mencakup berbagai faktor strategis yang menentukan kemampuan suatu negara untuk berpartisipasi dalam konflik baik secara ofensif maupun defensif.
Amerika Serikat tidak hanya mengamankan posisinya sebagai kekuatan dominan dalam persaingan global, tetapi juga mempertahankan kesiapannya dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan demikian, Amerika Serikat tetap menjadi fokus utama dalam dinamika kekuatan militer global pada tahun 2024, dengan potensi yang kuat untuk mempengaruhi stabilitas geopolitik dunia.(gnr)
Editor : Grand Regar