Pada Minggu (11/8/2024), Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, memerintahkan pengiriman kapal selam berpeluru kendali ke kawasan tersebut dan mempercepat kedatangan gugus tugas tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, Austin menegaskan bahwa AS akan melakukan apapun untuk membela Israel, sebagaimana disampaikan oleh Pentagon.
Langkah ini termasuk mengerahkan Gugus Tugas Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln, yang dilengkapi dengan jet tempur F-35C, untuk segera bergerak ke wilayah Komando Pusat guna memperkuat kehadiran USS Theodore Roosevelt yang sudah ada di sana.
Selain itu, kapal selam berpeluru kendali USS Georgia (SSGN 729) juga telah diperintahkan menuju wilayah yang sama. Pentagon menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat kekuatan militer AS di Timur Tengah dalam menghadapi potensi ancaman dari Iran, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok-kelompok lain yang didukung Iran di kawasan tersebut.
Dalam diskusi dengan Gallant, Austin juga menekankan pentingnya meminimalkan korban sipil dalam operasi militer Israel di Gaza serta upaya untuk menghentikan tembak-menembak dan membebaskan sandera yang ditahan di wilayah tersebut.
Percakapan ini terjadi sehari setelah serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah yang dijadikan tempat perlindungan di Gaza, menewaskan lebih dari 100 warga sipil dan melukai hampir 100 lainnya.
Pentagon juga menyebutkan bahwa Austin sebelumnya menyatakan USS Abraham Lincoln akan tiba di wilayah tersebut pada akhir bulan ini. Namun, dengan perintah terbaru ini, belum jelas kapan kapal induk tersebut akan tiba di Timur Tengah. Pentagon juga tidak mengungkapkan seberapa cepat kapal selam berpeluru kendali USS Georgia akan tiba di Laut Mediterania.
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah pembunuhan kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli di Teheran, dan komandan senior Hizbullah, Fuad Shukr, dalam serangan udara di Beirut pada 30 Juli. Hamas dan Iran menuduh Israel bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, meskipun Israel belum mengonfirmasi atau membantahnya.(gnr)
Editor : Grand Regar