MANADOPOST.ID - Polisi Denmark telah menangkap aktivis iklim terkenal Greta Thunberg dalam sebuah protes di Kopenhagen yang menentang perang di Gaza.
Insiden ini terjadi ketika Thunberg, bersama dengan sekelompok aktivis lainnya, berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di Universitas Kopenhagen.
Menurut laporan, enam orang ditahan di tempat kejadian setelah sekitar 20 orang memblokir pintu masuk ke sebuah gedung di kampus universitas tersebut. Dari kelompok itu, tiga orang berhasil masuk ke dalam gedung.
Seorang juru bicara kepolisian setempat mengonfirmasi penangkapan ini kepada kantor berita Reuters, namun menolak untuk mengungkap identitas individu-individu yang ditahan.
Meskipun demikian, seorang juru bicara dari kelompok Students Against the Occupation mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Greta Thunberg termasuk di antara mereka yang ditangkap.
Insiden ini menjadi perhatian internasional, terutama setelah harian Denmark Ekstra Bladet menerbitkan sebuah foto yang menunjukkan Thunberg dengan tangan terborgol, yang menurut surat kabar tersebut, diambil saat dia ditahan oleh polisi.
Penangkapan Thunberg ini menambah daftar panjang dari aksinya dalam memperjuangkan keadilan sosial dan lingkungan.
Selama bertahun-tahun, Thunberg telah dikenal sebagai suara lantang dalam gerakan perubahan iklim global, tetapi keputusannya untuk ikut serta dalam protes menentang perang di Gaza menunjukkan komitmennya yang lebih luas terhadap berbagai isu kemanusiaan.
Aksi protes di Kopenhagen ini adalah bagian dari gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, di mana aktivis dan kelompok masyarakat menyuarakan keprihatinan mereka terhadap konflik yang berlangsung di Gaza.
Penangkapan ini diperkirakan akan memicu perdebatan lebih lanjut tentang hak untuk protes damai dan respons dari pihak berwenang terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh para aktivis.
Sementara itu, perhatian publik terhadap peran Thunberg dalam isu-isu global terus meningkat, mencerminkan pengaruhnya yang semakin besar dalam berbagai gerakan sosial. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos