Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dilantik Hari Ini Sebagai Presiden AS ke-47, Ini Pesan Paus Fransiskus kepada Donald Trump

Kenjiro Tanos • Senin, 20 Januari 2025 | 21:29 WIB

 

Donald Trump bersama Paus Fransiskus
Donald Trump bersama Paus Fransiskus

MANADOPOST.ID – Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, Senin (20/1) waktu setempat.

Berbagai doa dan harapan pun diutarakan kepada Trump yang akan menjabat kedua kalinya sebagai Presiden di Negeri Paman Sam.

Salah satunya Paus Fransiskus. Dalam pernyataan resminya, Paus menyerukan Trump untuk mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan kepemimpinan yang berfokus pada keadilan sosial serta menghindari kebencian dan diskriminasi.

“Saya menyampaikan salam hangat dan jaminan doa saya kepada presiden baru bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan memberikan Anda kebijaksanaan, kekuatan, dan perlindungan,” ujar Paus Fransiskus.

Ia melanjutkan dengan harapan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, rakyat Amerika dapat membangun masyarakat yang lebih baik.

"Saya berharap bahwa di bawah kepemimpinan Anda, rakyat Amerika akan makmur dan selalu berusaha untuk membangun masyarakat yang lebih adil, di mana tidak ada ruang untuk kebencian, diskriminasi, atau pengucilan," katanya.

Lebih jauh, Paus juga menyinggung tantangan global yang dihadapi umat manusia, mulai dari konflik hingga ketidakadilan.

“Pada saat yang sama, ketika keluarga manusia kita menghadapi banyak tantangan, belum lagi bencana perang, saya juga meminta Tuhan untuk membimbing upaya Anda dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di antara masyarakat,” tambahnya.

Pesan damai Paus Fransiskus datang sehari setelah ia secara terbuka mengutuk rencana deportasi besar-besaran yang direncanakan oleh pemerintahan Trump terhadap migran tidak berdokumen.

Dalam wawancaranya dengan saluran televisi Italia Nove, Paus menyebut kebijakan tersebut sebagai "malapetaka."

"Jika itu benar, itu akan menjadi malapetaka, karena itu membuat orang-orang malang yang tidak punya apa-apa harus membayar," katanya dengan nada prihatin.

Paus Fransiskus, seorang Jesuit asal Argentina, sebelumnya telah menjadi kritikus vokal kebijakan anti-imigrasi Trump.

Pada Februari 2016, ia secara terbuka menyatakan bahwa membangun tembok pembatas antara AS dan Meksiko bukanlah tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Kristen.

“Siapa pun, siapa pun dia, yang hanya ingin membangun tembok dan bukan jembatan, bukanlah seorang Kristen,” tegasnya saat itu.

Sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menekankan pentingnya nilai belas kasih, solidaritas, dan rekonsiliasi dalam setiap kebijakan pemerintah.

Pesan ini, yang ditujukan langsung kepada Trump, menjadi pengingat bahwa kekuasaan harus digunakan untuk membangun persatuan dan melindungi yang lemah, bukan memperburuk perpecahan atau memperkuat ketidakadilan.

Dalam konteks awal masa jabatan Trump yang diwarnai oleh kebijakan kontroversial, termasuk sikap keras terhadap imigran, seruan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi.

Dunia tengah menyaksikan apakah Presiden ke-45 Amerika Serikat ini mampu memimpin dengan prinsip-prinsip yang menempatkan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia di atas segalanya.

Pesan Paus Fransiskus ini tidak hanya menyuarakan harapan bagi rakyat Amerika, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang mendambakan dunia yang lebih adil dan penuh kasih. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#donald trump #pelantikan #Paus Fransikus #presiden amerika serikat