Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ayatollah Ruhollah Khomeini, Sosok Kharismatik dalam Sejarah Iran

Fandy Gerungan • Kamis, 6 Maret 2025 | 12:22 WIB
Ayatollah Ruhollah Khomeini. (Wikipedia)
Ayatollah Ruhollah Khomeini. (Wikipedia)

MANADOPOST.ID--Ayatollah Ruhollah Khomeini (1902–1989) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern Iran. Sebagai pemimpin spiritual dan revolusioner.

Khomeini memainkan peran utama dalam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mendirikan Republik Islam Iran pada tahun 1979.

Karismanya, pemikiran politiknya, dan pengaruhnya yang luas menjadikannya figur yang dihormati sekaligus kontroversial dalam politik global.

Ia lahir pada tahun 1902 di Khomein, Iran, Ruhollah Khomeini berasal dari keluarga ulama yang taat. Ia mendapatkan pendidikan agama di Qom dan segera menjadi salah satu pemikir Islam terkemuka di Iran.

Khomeini mengembangkan pemikiran politik Islam yang menentang pengaruh Barat dan dominasi monarki di Iran.

Pada tahun 1960-an, Khomeini mulai mengkritik kebijakan Mohammad Reza Pahlavi, khususnya Revolusi Putih yang dianggapnya terlalu pro-Barat dan merugikan nilai-nilai Islam.

Pada tahun 1963, ia ditangkap dan diasingkan ke Irak, lalu ke Prancis. Namun, pengasingan ini tidak menghentikan pengaruhnya, justru semakin memperluas jangkauan ideologinya melalui kaset-kaset ceramah yang disebarkan ke seluruh Iran.

Kepemimpinan dan wibawa Khomeini menjadi faktor utama dalam Revolusi Islam 1979. Dengan dukungan rakyat dan kelompok-kelompok Islamis.

Ia berhasil menggulingkan monarki Pahlavi dan mendirikan sistem pemerintahan baru berbasis Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama). Pada tahun yang sama, Khomeini kembali ke Iran dan disambut dengan antusiasme luar biasa oleh jutaan rakyat.

Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Khomeini menerapkan hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan negara. Ia juga memainkan peran penting dalam Perang Iran-Irak (1980–1988) dan kebijakan luar negeri Iran yang anti-Barat, khususnya terhadap Amerika Serikat.

Khomeini dikenal karena ketegasannya dalam menegakkan prinsip-prinsip Islam dan mempertahankan kemerdekaan Iran dari pengaruh asing.

Hingga kini, warisan Khomeini tetap menjadi topik perdebatan. Bagi banyak rakyat Iran, ia adalah pahlawan yang membawa kemerdekaan dan martabat Islam ke Iran.

Namun, bagi yang lain, kebijakan kerasnya dan sistem pemerintahan yang ia bentuk menimbulkan tantangan dalam hak asasi manusia dan kebebasan individu.

Ayatollah Ruhollah Khomeini adalah sosok kharismatik yang mengubah jalannya sejarah Iran. Dengan visi politik Islam yang kuat, ia berhasil mengakhiri monarki di Iran dan membangun negara yang berlandaskan hukum Islam.

Pengaruhnya tetap terasa dalam politik Iran dan Timur Tengah hingga saat ini, menjadikannya salah satu tokoh paling signifikan dalam sejarah abad ke-20. (*)

Editor : Clavel Lukas
#iran