Korban Banjir Dipindahkan ke Pandu Sangat Manusiawi, Rumambi: Warga Tahu Jawabannya
Tanya Rompas• Senin, 13 Februari 2023 | 12:49 WIB
Wali Kota Andrei Angouw saat turun lapangan di salah satu daerah di Kota ManadoMANADOPOST.ID- Sebuah postingan video viral di media sosial yang menyebut bahwa kebijakan Wali Kota Manado Andrei Angouw tidak manusiawi. Video itu diunggah menyusul adanya kebijakan memindahkan warga korban banjir di perumahan Pandu pasca bencana banjir 27 Januari 2023 lalu. Hal itu pun mendapat tanggapan dari salah satunya pemerhati Kota Manado, Reza Rumambi. Ia dengan tegas menyebutkan bahwa yang dilakukan Wali Kota Manado itu adalah kebijakan yang sangat manusiawi. "Silahkan masyarakat yang menilai. Kebijakan yang manusiawi yang dilakukan pemerintah adalah dengan memindahkan warga korban bencana dari pemukiman yang rawan bencana ke daerah yang tidak rawan bencana," kata Rumambi, Senin (13/2). Dia pun mempersilahkan warga melihat antara kebijakan yang manusiawi Wali Kota merelokasi warga dari lokasi bencana, atau membiarkan warga tinggal di daerah lokasi bencana. "Saya yakin masyarakat tahu jawabannya," tandas Rumambi. Dirinya mencontohkan Rusunawa yang saat itu banyak diprotes. Tapi pada akhirnya, warga memberikan apresiasi bahwa yang dilakukan Pemkot Manado dalam hal ini Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang adalah untuk kepentingan masyarakat. "Yang akan merasakan aman dari banjir adalah masyarakat. Jadi sangat manusiawi jika pemerintah merelokasi warga yang tiap tahun menikmati bencana banjir ke lokasi yang lebih aman," jelas Sekretaris P/KB Sinode GMM itu. Wali Kota Andrei Angouw sendiri menangapi santai pernyataan dari video viral tersebut. Menurut Angouw, pemerintah justru sangat manusiawi. "Makanya kita tidak mau masyarakat terkena bencana. Saya pun tidak tahu yang tidak manusiawi yang mana,” ucapnya. Ditambahkannya, tujuan dari pemerintah Kota Manado untuk merelokasi 54 rumah warga Kelurahan Mahawu ke perumahan Pandu milik pemerintah adalah untuk menyelamatkan mereka dari bencana. “Intinya Pemerintah Kota menginginkan agar warga tidak terkena banjir tiap tahun. Makanya, 54 rumah di Mahawu akan pindahkan ke Pandu. Nah, itu untuk menyelamatkan mereka supaya tidak kena bencana lagi,” jelas Angouw. Diketahui, warga Mahawu yang berada di bantaran sungai tersebut sudah seringkali terkena bencana banjir sejak 2014. “Mereka sudah kena bencana 2014 dan sudah dapat rumah di Pandu. Tapi, tetap tinggal di bantaran sungai. Makanya beberapa kali terkena bencana juga dan yang terakhir pada 27 Januari lalu," tutup Angouw. (ando) Editor : Tanya Rompas