MANADOPOST.ID - Kasus gigitan hewan pembawa rabies di Puskesmas Sario, Manado, Sulawesi Utara, mengalami peningkatan yang signifikan.
Jumlah gigitan anjing yang tercatat telah memicu respons aktif dari para lurah dan kepala lingkungan.
Berupaya untuk mengimbau tindakan pencegahan kepada masyarakat.
Diharapkan bahwa peran aktif para Lurah dan kepala lingkungan akan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya berhati-hati terhadap anjing, baik yang peliharaan maupun liar, di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang diterima, terdapat insiden di Sario Utara Lingkungan II di mana 1 anjing menggigit 6 orang, dan di Sario lingkungan 3, 1 anjing menggigit 3 orang.
Sayangnya, hasil tes menunjukkan bahwa anjing-anjing tersebut positif terjangkit rabies.
Dalam upaya mencegah penyebaran lebih lanjut, kolaborasi dengan dinas peternakan menjadi langkah yang sangat penting. Dengan langkah-langkah ini, warga berharap wilayah tetap aman dan nyaman.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Steaven Dandel menjelaskan, bahwa fenomena ini umumnya terjadi saat memasuki musim panas.
Hewan Penular Rabies (HPR) sensitif terhadap perubahan suhu. Oleh karena itu, tindakan antisipatif berupa vaksinasi pada hewan pembawa rabies menjadi tanggung jawab Dinas Peternakan.
Dalam hal kesehatan, Dinas Kesehatan akan menangani perawatan luka akibat gigitan serta memberikan vaksin anti rabies kepada individu yang terpapar.
"Namun, penting diingat bahwa pencegahan utama tetap berada di sektor peternakan," kunci Dandel. (gre)
Editor : Gregorius Mokalu