MANADOPOST.ID– Peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lotta di Pineleng menjadi salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Kota Manado Tahun 2025, dengan alokasi anggaran fantastis sebesar Rp43 miliar.
Proyek IPA Lotta saat ini tengah dalam proses tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Hasil akhir dari proyek ini diklaim akan membawa perubahan signifikan terhadap pelayanan air bersih di Kota Manado.
Kapasitas IPA Lotta yang sebelumnya telah ditingkatkan menjadi 150 liter per detik, akan mengalami penambahan lagi sebesar 200 liter per detik melalui proyek ini, sehingga total kapasitas akan mencapai 350 liter per detik.
“Proyek sementara dalam proses tender,” ungkap Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu ST pada Kamis (13/06/2025).
Direktur PDAM Wanua Wenang Manado Meiky Taliwuna menambahkan, bahwa selain peningkatan IPA Lotta, informasi juga akan segera melelang proyek peningkatan IPA Krida di kawasan Malalayang.
“Artinya, peningkatan layanan ini akan mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh Kota Manado,” ujar Taliwuna.
Sebelumnya, Taliwuna menjelaskan bahwa sungai di sekitar IPA Lotta memiliki debit air mencapai 5.000 liter per detik, jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan IPA lama yang hanya mampu mengolah 250 liter per detik.
Teknologi pada IPA lama juga masih menggunakan sistem filtrasi pasir cepat dan hanya memakai kaporit sebagai bahan kimia.
Akibatnya, saat hujan deras selama empat jam, instalasi tersebut tidak dapat beroperasi maksimal.
“Namun, IPA baru dengan kapasitas 150 liter per detik tetap bisa berproduksi meskipun air sangat keruh, karena sudah menggunakan teknologi modern dan bahan kimia seperti tawas. Dan saat ini akan ditambah lagi menjadi 350 LPS,” jelas Taliwuna.
Ia juga menambahkan, saat hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara semalam, IPA baru tersebut tetap beroperasi tanpa hambatan.
“Dan sekarang, dengan penambahan kapasitas menjadi 350 liter per detik, artinya kebutuhan air bersih warga Kota Manado akan lebih terpenuhi,” pungkas Taliwuna. (*)
Editor : Gregorius Mokalu