Itu disampaikannya dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kota Manado 2025-2029, Kamis (26/6) di Aula Serbaguna Pemkot Manado.
Menurutnya, jika biasa pariwisata tentu juga berkaitan dengan perdagangan. Yang dimana pertama-tama harus dilakukan itu yakni market research terhadap turis.
"Karena budaya dari turis asing yang berbeda-beda. Banyak turis asing yang datang ke sini (Manado) itu menghabiskan waktu di tempat tujuan wisata dari pagi sampai malam. Mereka tidak mau rugi waktu kalau hanya diam di penginapan saja," kata Andre.
Hiburan malam di Manado, kata dia sudah. Tapi spot-spotnya bukan semata-mata hanya club saja.
"Banyak hiburan malam lainnya. Misalnya tempat UMKM yang difasilitasi jual bir. Karena bule itu pasti cari bir. Dan mungkin di tempat tertentu bisa ada kemudahan izin untuk menjual bir bagi turis asing," ujarnya.
Oleh karena itu, personel Komisi 2 ini menyarankan Pemkot Manado melihat potensi-potensi hiburan-hiburan malam lainnya yang bukan hanya club saja.
"Banyak hiburan malam lainnya bisa kita eksplor untuk meningkatkan PAD. Dan ini memang yang menjadi perhatian saya sebagai anggota DPRD," pungkasnya. (Livrando Kambey)