Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ribuan `Peks-peks` di Manado Teridentifikasi, Kerap Kedapatan Sering Membawa Sajam

Livrando Kambey • Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:58 WIB

 

Foto bersama usai kegiatan tatap muka Wali Kota Manado bersama Kapolresta dan para tokoh agama, tokoh masyarakat di Kecamatan Mapanget, Kamis (20/8).
Foto bersama usai kegiatan tatap muka Wali Kota Manado bersama Kapolresta dan para tokoh agama, tokoh masyarakat di Kecamatan Mapanget, Kamis (20/8).
MANADOPOST.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah mengidentifikasi setidaknya ada seribu orang atau dikenal sebagai 'peks-peks yang kerap kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di wilayah Ibu Kota Provinsi Sulut.


Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan bahwa hal ini menjadi perhatian serius Pemkot dan aparat keamanan.


“Kurang lebih ada seribu orang yang sudah Diidentifikasi. Ini yang kami pantau karena sering membawa senjata tajam,” beber Wali Kota saat tatap muka bersama Kapolresta Manado dan para tokoh agama, tokoh masyarakat di Kecamatan Mapanget, Kamis (20/8).


Dijelaskan Wali Kota, upaya identifikasi tersebut bukan sekadar pendataan saja. Akan tetapi sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kriminal di masyarakat.


“Kita tidak ingin ada korban lagi. Makanya jangan menganggap remeh ini," tandasnya.


Aksi kriminal dengan menggunakan sajam akhir-akhir ini menjadi peringatan bahwa potensi konflik bisa muncul kapan saja bila tidak ada tindakan tegas.


Untuk itu, Pemkot Manado, lanjut Wali Kota, terus mendorong pendekatan dua arah. Yakni penindakan hukum bersama aparat Kepolisian, serta pembinaan masyarakat lewat tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda agar kesadaran hukum bisa meningkat.


Wali Kota juga berharap tokoh-tokoh agama untuk membangun komunikasi yang baik bersama umat, jemaat bahkan dengan masyarakat.


"Kondusifitas harus dapat dijaga dengan baik, koordinasi antar tokoh agama di tingkat lingkungan, tingkat kelurahan dan dalam skop lebih luas harus selalu dilakukan.


Jadi, hal-hal ini harus kita waspadai, antisipasi dan bagaimana melalukan pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang menggangu Kamtibmas," pungkasnya. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas