Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Warga Tongkaina Dilatih Jadi Kader Kesehatan Jiwa, Upaya Wujudkan Desa Peduli Mental

Gregorius Mokalu • Rabu, 12 November 2025 | 19:52 WIB

PELATIHAN Kader Kesehatan Jiwa di Kantor Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.
PELATIHAN Kader Kesehatan Jiwa di Kantor Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.

MANADOPOST.ID— Dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado menggelar Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Kantor Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken pada 15–16 Oktober 2025.


Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa, yang diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental di lingkungannya.


Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat KemendikbudristekTahun Anggaran 2025.


Selama dua hari pelaksanaan, para peserta yang terdiri atas perwakilan masyarakat dan kader kesehatan mendapatkan berbagai materi menarik.


Sesi pertama membahas “Kesehatan Jiwa Menurut Perspektif Kedokteran dan Penanganannya” oleh Dr dr Christian A Lombogia MARS.

Dilanjutkan materi “Mengenal Gangguan Kesehatan Jiwa di Masyarakat dan Peran Kader Kesehatan Jiwa” oleh Helly M Katuuk SKep Ns MKep.


Sesi terakhir dibawakan oleh Syenshie V Wetik SKep Ns MKep SpKepJ, dengan tema “Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa: Deteksi Dini dan Skrining Masalah Kesehatan Jiwa di Masyarakat.”


Selain pemberian materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif, simulasi, serta praktik lapangan untuk meningkatkan kesiapan kader dalam mengenali dan membantu warga dengan tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa.


Ketua pelaksana kegiatan Syenshie V Wetik mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk nyata kepedulian akademisi terhadap kesehatan mental masyarakat.

“Kami berharap para kader yang telah dilatih dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan jiwa di lingkungan mereka. Melalui peran kader, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan edukasi, pendampingan, dan dukungan untuk hidup sehat secara mental,” ujarnya.


Salah satu peserta, Adrentje Patras, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.


“Kami jadi lebih paham mengenali tanda-tanda orang yang mengalami masalah kejiwaan dan cara menolongnya dengan benar. Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkapnya.


Apresiasi juga datang dari Ns Sherly Moningka SKep, Perawat Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Tongkaina.


“Kami di Puskesmas sangat terbantu dengan adanya kader kesehatan jiwa di masyarakat. Kolaborasi seperti ini akan mempercepat upaya deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan jiwa di wilayah kerja kami,” tuturnya.


Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi kader kesehatan jiwa yang tanggap, peduli, dan aktif menjaga kesehatan mental di lingkungan.


Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun Desa Siaga Sehat Jiwa yang berkelanjutan di wilayah Tongkaina. (*)

Editor : Gregorius Mokalu
#Tongkaina #dosen #mahasiwa #pelatihan #Kader #MANADO #Kesehatan #jiwa