MANADOPOST.ID– Warga Winangun Atas mengeluhkan minimnya perhatian dari pelaksana pekerjaan galian pipa air bersih yang melintasi wilayah penghubung Manado-Tomohon itu.
Pasalnya, sejumlah insiden kendaraan terperosok ke lubang bekas galian sering terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Dari laporan warga, sebuah mobil pick-up sempat masuk ke lubang bekas galian, disusul kendaraan kanvas yang mengalami kejadian serupa.
Bahkan, sebuah bus berpenumpang tujuan Kayuuwi juga terjebak di titik yang sama.
“Muda-mudahan ada perhatian dari pihak terkait dengan proyek ini,” tulis seorang warga melalui media sosial pada Rabu (19/10/2025).
Warga berharap lubang bekas galian segera ditangani agar tidak lagi membahayakan pengendara.
Upaya konfirmasi ke pihak terkait masih terus dilakukan. Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas distribusi air bersih, salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Kota Manado Tahun 2025.
Sebelumnya, Direktur PDAM Wanua Wenang Meiky Taliwuna menjelaskan, bahwa proyek peningkatan kapasitas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lotta, Kecamatan Pineleng, akan menghasilkan suplai air bersih hingga 350 liter per detik (LPS) mulai 2025.
“Dengan kapasitas yang terus ditambah, layanan air bersih akan jauh lebih merata dan stabil di seluruh wilayah Kota Manado,” ujar Taliwuna.
Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp43 miliar. Awalnya, IPA Lotta hanya mampu mengolah 250 LPS.
Melalui modernisasi tahap pertama kapasitas bertambah 150 LPS, dan di tahap lanjutan akan ditingkatkan lagi 200 LPS sehingga total menjadi 350 LPS.
Taliwuna menambahkan, teknologi yang digunakan juga jauh lebih modern.
IPA lama masih memakai sistem filtrasi pasir cepat dan kaporit, sehingga kerap terganggu ketika air baku keruh saat hujan.
Sebaliknya, IPA baru menggunakan sistem pengolahan modern dengan bahan kimia seperti tawas yang lebih stabil terhadap perubahan kualitas air.
“Beberapa waktu lalu hujan deras mengguyur hampir seluruh Sulawesi Utara, tapi IPA baru tetap berfungsi normal,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan potensi sumber air di sekitar IPA Lotta sangat besar, mencapai 5.000 LPS, namun belum dimanfaatkan maksimal sehingga pengembangan kapasitas dinilai mendesak.
Adapun selain IPA Lotta, PDAM juga merencanakan pelelangan untuk peningkatan IPA Krida di kawasan Malalayang.
“Artinya seluruh zona distribusi air di Kota Manado akan tersentuh peningkatan kapasitas secara bertahap,” kata Taliwuna.
Pemerintah Kota Manado menargetkan berbagai proyek ini dapat memperkuat ketahanan layanan air bersih terhadap cuaca ekstrem sekaligus memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terus meningkat.
(*)
Editor : Gregorius Mokalu