MANADOPOST.ID- Kasus perkelahian yang berujung penikaman kembali marak di Kota Manado.
Kejadian-kejadian tersebut bahkan sering melibatkan anak berusia remaja. Hal ini menjadi perhatian aparat keamanan.
Siswa SMA maupun SMP menjadi target pihak kepolisian dalam rangka sosialisasi Kamtibmas.
Hal itu dilakukan dalam rangka menanamkan kesadaran hukum sejak dini serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Kamis (22/1), nampak Bhabinkamtibmas Polsek Sario melaksanakan kegiatan sambang dan memberikan imbauan kepada anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Sario, Kota Manado.
Bhabinkamtibmas itu terlihat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para siswa agar senantiasa disiplin, menjauhi pergaulan negatif, serta mematuhi aturan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Selain itu, siswa juga diimbau untuk tidak terlibat dalam aksi perundungan (bullying), tawuran, maupun penyalahgunaan media sosial.
Bhabinkamtibmas menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua, menjaga kerukunan antar sesama teman, serta fokus dalam menuntut ilmu demi meraih cita-cita di masa depan.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa," kata Kapolsek Sario Iptu Ronald Hinonaung melalui Bhabinkamtibmas.
Kegiatan sambang sekolah merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam membina dan membimbing anak-anak sejak usia dini agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan taat hukum.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah serta ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Hal serupa juga dilakukan Kapolsek Wanea AKP Fatras B Andawari. Dimana pada Senin (19/1) lalu dirinya menjadi inspektur upacara (irup) pada apel pagi di SMP Negeri 4 Manado.
AKP Fatras psda kesempatan itu menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para siswa.
Kapolsek Wanea didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menekankan pentingnya menjauhi perilaku menyimpang di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Kami mengimbau agar para siswa tidak terlibat penggunaan lem ehabon, tawuran, membawa senjata tajam maupun panah wayer," kata Kapolsek.
Selain itu, AKP Fatras juga mengingatkan para siswa untuk mematuhi perintah guru, menjaga disiplin, serta menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (Livrando Kambey)
Editor : Tanya Rompas