MHSM 2026, IMA Berbagi Ilmu di SMA Entrepreneur Citra Kasih Manado

Tommy Waworundeng • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:44 WIB
MHSM 2026, IMA Berbagi Ilmu Pengalaman di SMA Entrepreneur Citra Kasih Manado
MHSM 2026, IMA Berbagi Ilmu Pengalaman di SMA Entrepreneur Citra Kasih Manado

 

MANADOPOST.ID-Indonesia Marketing Association  (IMA) Sulawesi Utara kembali gelar IMA Goes to School. 


IMA goes to school ini diawali  di SMA Citra Kasih Citra Land Manado. 

Dipimpin Korwil IMA Sulawesi Utara Rudini Wijaya, IMA berbagi dengan pelajar kelas 10, 11, dan 12 Citra Kasih. 

Pastor Ronny Worang sampaikan materi Kepemimpinan
Pastor Ronny Worang sampaikan materi Kepemimpinan

 
Rudini Wijaya mengatakan, kegiatan  IMA  goes to school ini dalam rangkaian iven akbar Manado High Street Market (MHSM) 2026 yang akan dilaksanakan awal Oktober nanti. 

 MHSM 2026 adalah pameran dan bazar tahunan yang diselenggarakan oleh IMA  Sulut untuk mendukung produk-produk UMKM lokal di Sulawesi Utara. 

"IMA goes to school ini bagian dari program IMA untuk memberikan dampak positif  buat Sulawesi Utara. Yakni menanamkan jiwa entrepreneur bagi generasi muda yang dimulai dari anak anak sekolah. 

Pelajar SMA Citra Kasih Manado
Pelajar SMA Citra Kasih Manado

 

Dengan harapan ketika masyarakat Sulut banyak yang terjun ke dunia usaha, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perekonomian akan berputar dengan baik. Yang pada gilirannya akan membuat Sulut maju sejahtera berkelanjutan seperti visi pemerintah," ujar Rudini Wijaya  

 

Kepala SMA Citra Kasih Manado  Ms. Maggie Montung, S.Pd juga dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih kepada IMA Sulut yang mau menularkan jiwa entrepreneur kepada pelajar SMA Citra Kasih. 

"Kami pihak sekolah sangat berterimakasih kepada IMA Sulut yang mau berbagi dan menularkan jiwa etrepreneur kepada pelajar kami. Kedatangan IMA ini sangat berarti bagi kami. Apalagi Sekolah Citra Kasih merupakan lembaga pendidikan yang mengedepankan etrepreneur. Sekolah Citra Kasih menerapkan Program of Entrepreneurship (PoE) dari tingkat TK hingga SMA untuk membangun pola pikir, karakter, dan keterampilan wirausaha siswa sejak dini, " jelas Kepsek SMA Citra Kasih Manado Ms. Maggie Montung, S.Pd.

 

Ikut juga dalam kegiatan ini Presiden IMA Chapter  Manado Tommy Waworundeng, Sekjen IMA Yono Akbar, dan para IMA Youth Regina, Jezka, dan IMA junior lainnya. 


Dalam kegiatan itu juga, Pastor Rony Worang dari IMA senior, memberikan materi Kepemimpinan bagi siswa SMA Citra Kasih. 


Menurut Pastor Worang, menjadi seorang pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan, kewenangan atau kemampuan untuk memerintah orang lain. Seorang pemimpin yang sesungguhnya harus mampu mengenal dirinya, mengambil keputusan secara tepat, memberikan pengaruh positif serta membangun kerja sama.


"Menurutnya, pemimpin yang sesungguhnya pertama-tama harus memiliki pengenalan diri yang baik. Seorang pemimpin perlu mengetahui siapa dirinya, memahami kekuatan dan kelemahannya, serta menyadari nilai-nilai yang menjadi dasar dalam menjalankan kepemimpinan, " kata Pastor Worang. 

“Pemimpin harus tahu siapa dirinya yang sesungguhnya,” menjadi salah satu prinsip penting dalam membangun kepemimpinan yang sehat.

Selain pengenalan diri, seorang pemimpin dituntut mampu memberikan respons dan mengambil keputusan secara akurat. Dalam menghadapi berbagai persoalan, pemimpin tidak boleh hanya bertindak berdasarkan emosi atau tekanan, tetapi harus mampu melihat situasi secara objektif dan menentukan langkah yang tepat.

Pemimpin juga harus mampu memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya. Kepemimpinan yang kuat bukan diukur dari seberapa besar seseorang mampu mengendalikan orang lain, melainkan dari seberapa besar pengaruh baik yang dapat diberikan kepada lingkungan dan timnya.

Pastor Rony juga menekankan bahwa pemimpin tidak harus merasa dirinya sempurna. Justru seorang pemimpin harus menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan, namun pada saat yang sama mempunyai keunggulan dan potensi yang dapat dikembangkan.

“Tidak merasa sempurna, tetapi memiliki keunggulan,” menjadi prinsip penting agar seorang pemimpin tetap rendah hati sekaligus percaya diri dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Karakter berikutnya adalah kesediaan untuk terus belajar. Seorang pemimpin tidak boleh berhenti bertumbuh. Pembelajaran dapat diperoleh dari orang lain maupun dari pengalaman hidup, termasuk dari kesalahan dan kegagalan yang pernah dialami.

Dengan terus belajar, pemimpin akan semakin matang dalam menghadapi tantangan serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Hal yang tidak kalah penting, menurut Pastor Rony, adalah kemampuan bekerja sama, bukan sekadar memerintah.

Pemimpin yang baik tidak menempatkan dirinya hanya sebagai orang yang memberikan instruksi, tetapi hadir bersama tim, membangun komunikasi, mendengarkan, dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Karena itu, kepemimpinan sejati bukanlah tentang posisi paling tinggi dalam sebuah organisasi, melainkan tentang karakter, keteladanan, kemampuan mengambil keputusan, serta pengaruh positif yang diberikan kepada orang lain.

Enam prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi siapa pun yang ingin menjadi pemimpin yang sesungguhnya: mengenal diri, mampu mengambil keputusan yang akurat, memberikan pengaruh positif, menyadari keunggulan tanpa merasa sempurna, terus belajar, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

"Pada akhirnya, seorang pemimpin tidak dikenang hanya karena jabatan yang pernah didudukinya, tetapi karena nilai, pengaruh dan perubahan positif yang ditinggalkannya bagi orang lain," jelas Pastor Rony Worang. (*) 

 

 

 

 

 

 

Editor : Tommy Waworundeng
Citra kasih IMA