Kegitan yang di pusat di RS Prof RD Kandou Manado sepekan lalu, memperkenalkan dan menambah wawasan ilmu serta mempertajam skill intervensi nyeri. Ditujukan untuk nakes dengan minat khusus dalam manajemen nyeri secara multidisiplin, agar manajemen nyeri pada pasien semakin maju dan berkualitas.
Dimana para peserta dari multidisiplin spesialis, dokter umum dan perawat, dalam rangkaian kegiatan, bergantian melakukan penyuntikan langsung pada cadaver dengan panduan fluoroscopy. Dengan tujuan untuk memasukkan obat yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri atau obat anti inflamasi. Juga diajarkan teknik penyuntikan dengan panduan ultrasound, yakni langsung pada cadaver serta peserta memperdalam teknik ultrasound pada probandus. Pun workshop injeksi langsung ke cadaver pada otot serta tulang dan sendi dengan panduan ultrasound.
Tak hanya itu, di hari kelima pelaksanaan, diadakan bakti sosial bertempat di Gedung Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak RS Prof DR RD Kandou. Sejumlah 18 pasien dengan keluhan nyeri di berbagai bagian tubuh, dilakukan pemeriksaan komprehensif oleh para dokter spesialis. Pasien juga menjalani pemeriksaan menggunakan ultrasound serta penyuntikan obat yang bertujuan mengurangi nyeri dengan panduan ultrasound dan fluoroscopy.
Lebih istimewa ketika bersamaan dengan rangka soft opening Manado Pain Rehab Center, Sabtu (5/8) pekan lalu. Berbagai harapan tersemat dengan adanya klinik nyeri ini. Halnya disampaikan Direktur Utama RSUP Kandou Manado DR dr Jimmy Panelewen yang diwakili Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan. "Bangga dan sangat berterima kasih dengan kegiatan ini. Karena hal ini menambah satu lagi fungsi pelayanan yang ada di Sulut. Yakni untuk management nyeri. Tentu hal ini sangat dibutuhkan, khususnya pada penderita yang berkepanjangan. Untuk para pasien yang mengalah nyeri berkepanjangan, langsung ke klinik nyeri ini," tegasnya.
Lanjutnya menegaskan hal ini akan sangat bermanfaat kedepannya. "Ditambah kesiapan SDM yang sudah dilakukan pelatihan dan workshop. Dan adanya baksos merupakan suatu bentuk rangkaian terintegrasi. Diharapkan kedepan dapat diintegrasikan dengan bilang ilmu lainnya. Karena sangat bermanfaat sebab kita akan jemput bola, dari pasien masuk maka management nyeri sudah ada disana. Jadi siap untuk ditangani," tambahnya.
Diketahui pada hari terakhir kemarin, diadakan bakti sosial di Bunaken. Para pasien dengan keluhan nyeri mendapatkan pemeriksaan dan sekaligus penanganan nyeri. Terapi yang diberikan berupa obat minum maupun penyuntikan untuk mengurangi nyeri. Pun kegiatan ini akan berkelanjutan, dengan harapan membawa kemajuan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat bumi nyiur melambai.(rez)
Editor : Tanya Rompas