MANADOPOST.ID- Sahabat tahu nggak persamaan antara saat kita sedih, memotong bawang, dan merasa kesakitan?
Iya, ketiga momen itu membuat kita mengeluarkan air mata atau menangis.
Tapi kenapa ya kita menangis? Hmm, sebentar kita jelaskan.
Air mata berasal dari proses yang disebut lakrimasi. Lakrimasi diambil dari kata "lakrima" yang dalam bahasa Latin berarti air mata.
Di atas kelopak mata, ada yang namanya kelenjar lakrimal yang berfungsi menghasilkan air mata.
Nah, kita punya tiga jenis air mata nih, Sobat!
Air mata basal: Air mata ini berfungsi menjaga mata tetap lembab dan terhidrasi.
Air mata refleks: Air mata ini keluar untuk melindungi mata kita dari iritasi dan partikel asing.
Misalnya, saat kita memotong bawang atau terkena debu, kelenjar lakrimal otomatis memproduksi air mata untuk melindungi mata.
Air mata emosi: Air mata ini dikeluarkan sebagai respons terhadap perasaan seperti sedih, terharu, atau bahagia.
Air mata emosi juga mengandung hormon stres dan natural painkiller, makanya setelah menangis, kita biasanya merasa lebih lega.
Terus, Sobat pernah kepikiran nggak, kok rasanya kita nangis banyak banget tapi air mata nggak pernah habis? Sebenarnya, air mata memang nggak akan habis, tapi produksinya bisa berkurang seiring waktu karena beberapa faktor seperti usia dan kesehatan.
Oh iya, pas nangis pernah nggak sih air matanya masuk ke mulut? Rasanya asin, kan? Kok bisa ya? Soalnya, air mata kita mengandung beberapa nutrisi, salah satunya natrium klorida, yang merupakan bahan utama garam dapur.
Makanya, nggak heran kalau air mata terasa asin.
Jadi, kita menangis karena tubuh memproduksi air mata yang disebabkan oleh beberapa faktor ya, Sobat! Sekarang sudah jelas, kan? (*)
Editor : Gregorius Mokalu