MANADOPOST.ID— Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 mencatat ada 66.271 kasus baru dan 22.598 kematian akibat kanker payudara.
Angka ini membuat semua pihak ditantang untuk lebih peduli dan bergerak bersama.
Ketua Umum Indonesian Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri SH MH mengingatkan pentingnya mengenali tubuh sendiri dan berani melakukan deteksi dini.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli menjaga pola hidup sehat, rutin periksa kesehatan, dan berani melawan kanker. Setiap penyintas punya harapan dan harapan itu harus dijaga,” kata Aryanthi saat acara edukasi publik di Aula RSUD Pasar Minggu Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Acara ini digelar CISC bersama RSUD Pasar Minggu dalam rangka Breast Cancer Awareness Month (BCAM) 2025, dengan mengusung tema “Know Your Body, Own Your Health, and Fight for Your Future”.
Tema global tahun ini adalah “Every Story is Unique, Every Journey Matters”—menekankan bahwa setiap perjalanan penyintas kanker itu unik dan bermakna.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan Dr Bambang Widianto MA membuka kegiatan sekaligus memaparkan arah kebijakan Rencana Kanker Nasional khususnya kanker payudara.
Sementara itu Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo SpOnk Rad(K) dari RSCM menjelaskan tentang peran penting radioterapi dalam pengobatan kanker payudara.
Selain talkshow, kegiatan juga diramaikan penampilan seni dari para penyintas kanker payudara, sekaligus menghadirkan booth UMKM binaan CISC yang memperlihatkan semangat kemandirian.
Direktur RSUD Pasar Minggu dr Friana Asmely MARS FISQua menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung edukasi publik.
“Kolaborasi ini bukti nyata kepedulian bersama menurunkan beban kanker payudara,” ujarnya.
CISC dan RSUD Pasar Minggu berharap kegiatan ini mendorong lebih banyak masyarakat sadar pentingnya deteksi dini, sebab semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pasien kanker payudara untuk bertahan hidup. (*)
Editor : Gregorius Mokalu