MANADOPOST.ID— Peringatan Hari Perawat Nasional yang jatuh setiap 17 Maret menjadi momentum penting bagi para tenaga keperawatan untuk merefleksikan peran strategis mereka dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, profesi perawat dituntut untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta memperluas perannya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Ketua Komisariat Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Ns Lando E Sumarauw SKep MMKes menegaskan, perawat saat ini tidak lagi hanya berperan dalam pelayanan klinis di ruang perawatan, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator teknologi serta edukator digital bagi pasien dan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuka peluang besar bagi profesi perawat untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Melalui berbagai platform digital, perawat dapat memberikan informasi kesehatan yang akurat, edukatif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Perawat saat ini diharapkan mampu menjadi fasilitator teknologi dan juga edukator digital bagi pasien maupun masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital, perawat dapat membantu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sehingga mereka lebih memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah penyakit,” ujar Ns Lando, Senin (16/7).
Ia menjelaskan, perawat juga perlu mengembangkan kemampuan dalam manajemen kasus berbasis analisa data. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih personal dan berbasis kebutuhan masing-masing pasien.
Dengan memanfaatkan data kesehatan yang tersedia, perawat dapat melakukan analisa terhadap kondisi pasien secara lebih komprehensif, sehingga perawatan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
“Perawat ke depan harus mampu mengembangkan manajemen kasus dengan analisa data yang baik, sehingga pelayanan keperawatan bisa lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Hal ini juga akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain itu, Ns Lando juga menilai, perawat memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan. Melalui pemanfaatan teknologi digital, perawat juga dapat melakukan advokasi secara nasional terkait berbagai isu kesehatan dan pengembangan profesi keperawatan.
Menurutnya, dengan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, perawat Indonesia akan mampu bersaing di tingkat global.
“Perawat juga harus menjadi agen perubahan dan advokasi nasional melalui platform digital. Dengan begitu, perawat Indonesia dapat terus berkembang dan memiliki daya saing secara global,” tambahnya.
Dalam kesehariannya, Ns Lando juga mengemban tugas sebagai Asisten Manager Keperawatan di RSUP Kandou. Dalam posisi tersebut, ia turut mendukung berbagai program strategis rumah sakit dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.
Ia menyebutkan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu fokus utama manajemen RSUP Kandou. Bersama jajaran pimpinan rumah sakit, termasuk Direktur Utama Prof Dr dr Starry Rampengan SpJP(K) FIHA MARS, berbagai langkah terus dilakukan untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan secara optimal, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Kami terus mendukung program peningkatan mutu pelayanan pasien di rumah sakit. Bersama pimpinan rumah sakit, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujarnya.
Dirut Prof Starry lanjutnya, juga sudah menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sekaligus Hari Perawat Nasional kepada seluruh perawat yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Pak Dirut juga memberikan dorongan serta motivasi kepada para perawat agar terus meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Menurutnya, perawat memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit, karena berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga pasien dalam berbagai situasi. Karena itu, Pak Diruut mengajak seluruh perawat di RSUP Kandou untuk terus bekerja secara profesional, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya, sembari menambahkan, Dirut RSUP Kandou juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada para perawat dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, selain aktif dalam dunia pelayanan kesehatan, Ns Lando juga memiliki peran dalam organisasi profesi. Ia menjabat sebagai Sekretaris Himpunan Perawat Manager Indonesia (HPMI) Sulawesi Utara, organisasi yang menaungi para perawat yang memiliki peran dalam manajemen pelayanan kesehatan.
Di lingkungan gereja, Ns Lando juga dikenal sebagai kader pemuda GMIM dan saat ini memimpin kelompok Pria Kaum Bapa jemaat dan wilayah, dan aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan dan sosial di tengah masyarakat.
Dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan profesi keperawatan juga mendapat pengakuan. Ia pernah menerima penghargaan sebagai Asesor Kompetensi dan Kredensial Perawat Terbaik di Sulawesi Utara, sebuah penghargaan yang diberikan kepada perawat yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kompetensi profesi.
Dalam menjalankan roda organisasi di tingkat komisariat, Lando didampingi oleh Cristian Komaling SKep sebagai Sekretaris serta Deysi Ipu SKep Ns sebagai Bendahara.
Melalui kepengurusan DPK PPNI RSUP Kandou Manado, berbagai kegiatan organisasi terus dijalankan, tidak hanya yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas profesi, tetapi juga kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah bakti sosial yang melibatkan para perawat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi nyata di luar pelayanan rumah sakit.
Ns Lando berharap momentum Hari Perawat Nasional tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh perawat untuk terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Momentum Hari Perawat Nasional ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi bagi pembangunan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.(***)
Editor : Tanya Rompas