MANADOPOST.ID--Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tanaman herbal yang terkenal di Indonesia karena berbagai manfaat kesehatannya.
Buah dari pohon ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit. Selain itu, Mahkota Dewa juga memiliki nilai estetika yang tinggi, menjadikannya pilihan yang baik untuk ditanam di pekarangan rumah.
Berikut adalah panduan lengkap cara menanam dan merawat pohon Mahkota Dewa agar tumbuh subur dan memberikan hasil optimal.
1. Persiapan dan Pemilihan Bibit
Langkah pertama dalam menanam pohon Mahkota Dewa adalah memilih bibit yang berkualitas. Bibit bisa diperoleh dari biji buah yang sudah matang sempurna atau dari bibit yang sudah tumbuh sekitar 30-40 cm.
Pastikan bibit bebas dari hama dan penyakit. Jika menggunakan biji, pilihlah biji dari buah yang besar dan sehat. Rendam biji dalam air hangat selama 24 jam sebelum disemai untuk mempercepat proses perkecambahan.
2. Menyiapkan Media Tanam
Pohon Mahkota Dewa tumbuh baik di tanah yang subur, gembur, dan kaya akan bahan organik. Media tanam yang ideal adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Pilihlah lokasi yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari karena pohon ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh optimal. Sebelum menanam, pastikan lahan bebas dari gulma dan rerumputan yang dapat mengganggu pertumbuhan pohon.
3. Proses Penanaman
Setelah media tanam siap, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan jarak antar lubang sekitar 2-3 meter jika menanam lebih dari satu pohon.
Tanam bibit Mahkota Dewa dengan hati-hati, pastikan akar tertutup tanah dengan baik dan padatkan tanah di sekitar batang untuk menjaga kestabilan bibit. Setelah ditanam, siram dengan air secukupnya agar tanah tetap lembab.
4. Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman harus dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau. Siram tanaman setiap pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban tanah, namun hindari penyiraman berlebihan yang bisa menyebabkan akar busuk.
Pemupukan dilakukan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik. Pada tahun pertama, berikan pupuk NPK untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif.
5. Perawatan dan Pengendalian Hama
Perawatan rutin meliputi penyiangan gulma di sekitar tanaman, pemangkasan cabang yang tidak perlu, serta pemantauan terhadap serangan hama dan penyakit.
Hama yang sering menyerang Mahkota Dewa adalah ulat daun dan kutu daun. Untuk mengendalikan hama, gunakan insektisida organik atau lakukan pemangkasan pada bagian tanaman yang terserang.
6. Panen Buah Mahkota Dewa
Pohon Mahkota Dewa biasanya mulai berbuah pada usia 2-3 tahun setelah ditanam. Buah dapat dipanen ketika sudah matang sempurna, yang ditandai dengan perubahan warna buah menjadi merah terang.
Buah Mahkota Dewa harus diolah dengan benar sebelum dikonsumsi, karena bagian bijinya mengandung racun. Biasanya, buah ini dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai obat herbal.
Dengan perawatan yang tepat, pohon Mahkota Dewa dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang bermanfaat. Selain menjadi tanaman obat, pohon ini juga bisa menjadi tanaman hias yang mempercantik pekarangan rumah.
Menanam pohon Mahkota Dewa tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga meningkatkan keindahan dan keasrian lingkungan.
Editor : Clavel Lukas