Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kenapa Orang China Cepat Kaya Dan Sukses? Ini Rahasianya

Deiby Rotinsulu • Rabu, 21 Agustus 2024 | 10:49 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
MANADOPOST.ID-Tak dapat dipungkiri bahwa banyak keturunan Tionghoa yang sukses dalam karir ataupun finansial. Sebut saja nama-nama seperti Ciputra, Harita Nusudipjo, dan Bong Candra.

Dari ranah internasional, mungkin kamu sudah tidak asing lagi mendengar nama Jack Ma atau Li Ka-shing. Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, kenapa orang Tionghoa bisa kaya-kaya?

Apa rahasianya? Ikuti penjelasan kenapa orang Tionghoa banyak yang sukses secara karir dan finansial.

Kebanyakan Orang Tionghoa Gemar Menabung dan Berinvestasi
Orang Tionghoa itu gemar menabung dan berinvestasi. Begitu mendapatkan uang, mereka langsung menyimpannya di bank atau sering juga diinvestasikan lewat dana reksa atau deposito. Uang yang mereka tabung atau investasikan bisa mencapai 75 hingga 80% dari total pendapatan, sisanya baru dipakai untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Fenomena ini sebagian besar terkait dengan budaya dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam masyarakat Tionghoa. Menabung dianggap sebagai tindakan bijaksana untuk mengamankan masa depan dan melindungi diri dari ketidakpastian ekonomi. Selain itu, berinvestasi juga dipandang sebagai cara untuk meningkatkan kekayaan dan memperluas sumber pendapatan. Dengan cara ini, kebanyakan orang Tionghoa memiliki pola pikir yang sangat terstruktur dalam mengelola keuangan mereka.

Mereka Tidak Suka Mempertunjukkan Kelebihan Harta Lewat Penampilan
Simak saja bagaimana orang Tionghoa berpakaian. Mereka jarang menggunakan baju mahal atau perhiasan mewah. Baju mewah hanya mereka pakai untuk peringatan tertentu dan jauh dari gengsi. Sikap ini biasanya berkaitan dengan nilai-nilai seperti kesederhanaan, hemat, dan rendah hati yang dijunjung tinggi dalam budaya Tionghoa. Mereka cenderung menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam pengelolaan keuangan daripada memperlihatkan kemewahan secara berlebihan. Dengan demikian, pakaian dan perhiasan mewah hanya dipakai untuk acara-acara tertentu yang dianggap istimewa, sementara dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih memilih tampil sederhana. Ini mencerminkan filosofi bahwa kekayaan sejati tidak selalu terlihat dari penampilan luar, melainkan dari kebijaksanaan dalam mengelola keuangan dan kehidupan secara keseluruhan.

Karena Rajin Menabung, Mereka Bisa Beli Barang dengan Tunai
Orang Tionghoa lebih suka beli kontan alias tunai daripada beli secara kredit. Mereka sadar bahwa bunga kredit justru memberatkan di kemudian hari. Tabungan mereka pun digunakan untuk membeli barang secara kontan. Kebiasaan membeli dengan tunai juga mencerminkan sikap hati-hati dalam mengelola keuangan. Dengan membeli barang secara kontan, mereka dapat menghindari beban bunga dari pembelian kredit yang dapat membebani keuangan di masa depan. Selain itu, membeli dengan tunai juga memungkinkan mereka untuk lebih mengontrol pengeluaran dan mencegah akumulasi utang yang berlebihan. Dengan demikian, rajin menabung tidak hanya memungkinkan mereka untuk memiliki cadangan dana yang cukup untuk membeli barang secara tunai, tetapi juga membantu mempertahankan stabilitas keuangan jangka panjang.

Mereka Lebih Suka Masak Sendiri daripada Beli Makanan Siap Saji
Orang Tionghoa lebih suka memproduksi sendiri daripada membeli. Ini juga mereka terapkan dalam hal masak-memasak. Itulah kenapa mereka bisa lebih hemat. Kebiasaan memasak sendiri juga merupakan bagian dari pola pikir hemat dan nilai-nilai kesederhanaan yang dianut oleh banyak orang Tionghoa. Dengan memasak sendiri, mereka memiliki kendali penuh atas bahan-bahan yang digunakan dan proses pengolahan makanan. Selain itu, memasak di rumah sering kali lebih ekonomis daripada membeli makanan siap saji atau makan di luar. Dengan demikian, kebiasaan memasak sendiri tidak hanya membantu mereka menghemat uang, tetapi juga memungkinkan mereka untuk menjaga kesehatan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh keluarga mereka.

Mereka Pekerja Keras dengan Semangat yang Tinggi
Ketika orang biasa menghindari lembur, orang Tionghoa malah mencari-cari lembur. Menurut mereka, ini adalah lahan yang bagus untuk menunjukkan semangat kerja tinggi dan memperoleh penghasilan tambahan. Ketika kita malas-malasan di kamar, mereka berpeluh keringat untuk meraih kesuksesan. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai seperti tekad dan dedikasi yang kuat. Lembur bagi mereka dipandang sebagai kesempatan untuk meningkatkan produktivitas, menunjukkan dedikasi terhadap pekerjaan, dan meraih penghasilan tambahan. Bagi banyak orang Tionghoa, bekerja keras merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan dan mencapai tujuan hidup mereka. Oleh karena itu, mereka rela berkorban waktu dan tenaga untuk bekerja lebih keras demi masa depan yang lebih baik. Dalam pandangan mereka, hasil dari kerja keras akan membawa kepuasan dan keberhasilan yang lebih besar daripada sekadar menghindari lembur dan beristirahat lebih banyak.

Bahkan Mereka Juga Rajin Cari Pekerjaan Sampingan
Orang Tionghoa sadar bahwa pendapatan dari satu pekerjaan kadang tak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, mereka juga sering mencari pekerjaan sambilan. Mulai dari berjualan online, mengajar les, dan lain-lain pun juga dilakoni. Pencarian pekerjaan sambilan merupakan strategi yang umum dilakukan oleh banyak orang Tionghoa untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup yang mungkin tidak dapat terpenuhi hanya dari satu pekerjaan utama. Mereka memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengandalkan gaji dari pekerjaan utama, tetapi juga mencari peluang di berbagai bidang seperti berjualan online, mengajar les, atau melakukan pekerjaan sampingan lainnya. Sikap inilah yang memperlihatkan keuletan dan keberanian dalam menghadapi tantangan ekonomi serta memastikan stabilitas finansial dalam jangka panjang.

Karena Etos Kerja Tinggi, Orang Tionghoa Lebih Banyak Disukai oleh Para Bos
Orang Tionghoa gemar bekerja dan menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Itulah alasan kenapa mereka dicintai para bos di kantor. Pekerjaan yang diserahkan kepada mereka diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Maka jangan heran karirnya cepat menanjak. Pekerja keras, konsisten, dan berdedikasi seperti yang ditunjukkan oleh banyak orang Tionghoa sering kali membuat mereka menjadi favorit di tempat kerja. Bos sering menghargai ketekunan dan kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Konsistensi dalam kinerja juga membuat mereka menjadi aset berharga bagi perusahaan, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada kemajuan karir mereka. Dengan demikian, mereka sering mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan tanggung jawab dan mendapatkan promosi lebih cepat dibandingkan dengan rekan kerja lainnya.

Mereka Mementingkan Manfaat dan Bukan Gengsi Semata
Coba kamu datang ke rumah orang Tionghoa yang baru mulai bekerja, lalu tanyakan barang-barang yang mereka punya. Mereka akan menjawabnya dengan alasan utilitas atau kegunaan barang tersebut. Orang Tionghoa paham bahwa suatu barang lebih penting karena memiliki nilai guna daripada nilai gengsi semata. Prinsip ini sangat dipegang oleh banyak orang Tionghoa. Mereka cenderung memilih barang-barang yang dapat memberikan manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari daripada hanya untuk menunjukkan status atau prestise. Hal ini tercermin dalam cara mereka memilih dan menilai barang-barang di rumah. Dengan mengutamakan nilai guna, mereka dapat lebih efisien dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan kebutuhan yang sesungguhnya dalam kehidupan mereka.

Editor : Grand Regar
#China #kaya #Cina #orang