Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Proses Terbentuknya Lava Gunung Berapi, Fenomena Alam yang Mengagumkan

Fandy Gerungan • Jumat, 6 September 2024 | 19:07 WIB
Gunung Merapi. (Andreas Fitri Atmoko/Antara)
Gunung Merapi. (Andreas Fitri Atmoko/Antara)

MANADOPOST.ID--Lava gunung berapi adalah salah satu kekuatan alam yang paling spektakuler dan berbahaya. Saat gunung berapi meletus, lava yang keluar mengalir dan menyelimuti permukaan bumi.

Ia menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Namun, bagaimana sebenarnya proses terbentuknya lava ini? Berikut penjelasannya dikutip dari Corversation (06/09).

1. Panas Ekstrem di Dalam Bumi

Lava berasal dari lapisan dalam bumi yang dikenal sebagai mantel. Di bagian ini, suhu sangat tinggi, mencapai lebih dari 1.000 derajat Celsius, cukup untuk melelehkan batuan menjadi cair.

Batuan cair ini disebut magma. Magma terbentuk di bawah kerak bumi, pada kedalaman antara 30 hingga 2900 kilometer dari permukaan bumi.

2. Tekanan dari Dalam Bumi

Seiring waktu, tekanan di dalam bumi terus meningkat. Tekanan ini terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan atau bergeser.

Pergerakan lempeng tersebut menciptakan celah atau patahan di kerak bumi, memungkinkan magma yang berada di bawahnya untuk terdorong naik menuju permukaan.

3. Kenaikan Magma ke Permukaan

Saat tekanan cukup kuat, magma akan naik melalui jalur-jalur sempit yang disebut ventilasi vulkanik atau pipa magma. Proses ini bisa berlangsung dalam waktu yang sangat lama hingga tekanan mencapai titik puncak, dan kemudian gunung berapi meletus. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava.

4. Lava Melebur dan Mengalir

Begitu magma mencapai permukaan dan keluar dari gunung berapi, ia berubah nama menjadi lava. Lava ini memiliki suhu yang sangat panas, bisa mencapai lebih dari 1.200 derajat Celsius.

Ketika lava keluar, ia dapat mengalir dengan cepat menuruni lereng gunung, menghancurkan vegetasi, bangunan, dan segala sesuatu yang dilewatinya. Lava bisa mengalir lambat atau cepat tergantung pada viskositasnya, yang dipengaruhi oleh komposisi kimianya.

5. Pendinginan Lava dan Pembentukan Batuan

Ketika lava mengalir di permukaan bumi, ia mulai mendingin. Proses pendinginan ini bisa memakan waktu dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung pada ketebalan aliran lava dan kondisi sekitarnya.

Setelah mendingin, lava akan membeku menjadi batuan beku. Beberapa jenis batuan yang terbentuk dari lava termasuk basalt, andesit, dan riolit, yang sering ditemukan di sekitar daerah vulkanik.

6. Jenis Lava Berdasarkan Komposisinya

Lava yang dikeluarkan oleh gunung berapi bisa berbeda-beda, tergantung pada komposisi magma yang terbentuk di dalam bumi. Secara umum, ada tiga jenis lava utama:

Lava Basaltik: Lava ini memiliki kandungan silika rendah, sehingga lebih encer dan dapat mengalir dengan cepat. Letusan basaltik biasanya kurang eksplosif.

Lava Andesitik: Lava ini memiliki kandungan silika sedang dan lebih kental dibandingkan lava basaltik. Lava andesitik dapat menghasilkan letusan yang lebih kuat dan lebih berbahaya.

Lava Riolitik: Lava ini memiliki kandungan silika tinggi, sehingga sangat kental. Karena kekentalannya, lava riolitik cenderung menyebabkan letusan eksplosif yang dapat menghasilkan awan panas dan abu.

7. Dampak Terbentuknya Lava

Terbentuknya lava dari letusan gunung berapi bisa memberikan dampak besar pada lingkungan sekitarnya. Lava yang mengalir dapat menghancurkan ekosistem, menyebabkan kebakaran hutan, dan menghancurkan infrastruktur manusia.

Namun, seiring berjalannya waktu, tanah yang terbentuk dari lava yang sudah dingin sering kali menjadi sangat subur, memungkinkan tumbuhnya kehidupan baru.

Lava terbentuk melalui proses kompleks yang melibatkan panas, tekanan, dan pergerakan magma dari dalam bumi menuju permukaan. Meskipun berbahaya, proses terbentuknya lava memberikan kita wawasan tentang kekuatan alam yang luar biasa dan membantu kita memahami dinamika bumi yang terus berubah.(*)

Editor : Clavel Lukas
#lava #gunung berapi