Lukisan berdimensi 39 cm x 48 cm ini, menyuarakan dua hal besar bagi dunia yaitu semangat untuk melestarikan lingkungan,dengan menanam pohon dan semangat untuk menggelorakan semangat persatuan bangsa,kerukunan, kedamaian umat manusia (unity)
Terinspirasi dari kegiatan Sam Sianata selama kurun waktu lebih dari 20 tahun dalam menggelorakan semangat persatuan bangsa dengan tema "Kita Semua Bersaudara", sekaligus dalam kegiatan menanam pohon, menghijaukan lereng Merapi,pasca Gunung Merapi meletus dan ditindaklanjuti dengan event menanam pohon bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta,Sri Sultan Hamengkubuwono X, bersama para tokoh agama yang diberi nama Go Green Taruparwa pada Tahun 2012 silam.
Bukan sekedar menanam pohon namun sekaligus menanamkan kedamaian kedalam hati umat beragama.
Lukisan karya Sam Sianata, pegiat sosial di Manado dan nasional ini, dikenal sebagai pengusaha,aktivis dan seniman.
Lukisan ini memadukan dua karya seni, yaitu karya seni lukis dan karya seni musik sekaligus dalam satu kesatuan tema,
sehingga setiap lukisan akan dibarengi dengan sebuah lagu, ini menjadikannya sebagai sebuah mahakarya seni yang unik dan berkelas serta satu satunya di dunia.
Lukisan Go Green Taruparwa yang dibanderol seharga Rp1 Triliun ini, direncanakan akan dijadikan sebagai bahan kampanye pelestarian bumi dan lingkungan, agar setiap orang yang memandangnya atau mendengarkan lagunya tumbuh semangatnya untuk melestarikan lingkungan, sehingga kelak dapat diwariskan kepada anak cucu dalam kondisi bumi yang tetap lestari, serta aman dan damai. (*)
Editor : Grand Regar