MANADOPOST.ID- Sebentar deh, kamu pernah enggak menghadapi sebuah peristiwa di mana orang yang irit duitnya makin dikit? Tapi anehnya, orang yang agak foya-foya duitnya malah makin banyak? Ini aneh, Mas! Jangan-jangan dia pakai sihir lagi?
Bukan, dia bukan pakai sihir.
Kabar baiknya, yang benar adalah dia tahu satu ilmu emas ini. Yuk, kita bahas!
Seperti yang tertulis dalam judul ini, pernah enggak kita menghadapi sebuah keadaan yang berlawanan dengan apa yang diajarkan orang-orang?
Orang-orang selalu bilang kalau mau kaya, kita harus jadi irit dan hemat, enggak boleh boros.
Tapi kok kenyataannya, kita justru melihat orang-orang yang irit duitnya makin dikit? Bahkan kita sendiri juga mungkin mengalami hal yang sama.
Sementara itu, di saat kita agak royal, justru rezeki malah datang lebih banyak. Nah, ini kenapa, ya?
Pernah enggak kamu menghadapi situasi kayak gitu? Saat kamu irit, duit makin dikit, tapi saat enggak irit, yang harusnya duit habis malah makin banyak?
Saya akan langsung memberikan jawabannya. Dengerin baik-baik! Saya punya kabar buruk dan kabar baik buat kamu. Keduanya sebenarnya sama. Apa itu? Coba lihat diri kamu sendiri.
Iya, lihat kondisi kamu saat ini. Apa pun yang terjadi dalam hidupmu sekarang, percaya atau tidak, itu adalah hasil dari pikiran dan keyakinanmu di masa lalu.
Saya kasih contoh sederhana. Pernah enggak sadar kalau kisah cintamu yang sekarang ini adalah hasil dari apa yang kamu yakini tentang cinta di masa lalu?
Kalau kamu selalu berpikir negatif tentang cinta, misalnya takut disakiti, ya akhirnya kamu mengalami hal itu juga. Sama seperti uang.
Jika kamu berpikir bahwa uang itu sulit didapat, maka kenyataannya uang memang terasa makin jauh dari hidupmu.
Sadar enggak sih? Ketika kita irit, sebenarnya kita sedang pelit. Pelit pada siapa? Pelit pada diri sendiri. Pikiran kita enggak suka dibikin susah.
Saat kita yakin bahwa kita sedang susah, lama-lama kita benar-benar menjadi susah. Saat kita takut kehilangan uang, berarti kita berpikir bahwa uang itu sedikit buat kita.
Akhirnya, kenyataannya benar-benar menjadi seperti itu.
Sebaliknya, orang yang terkesan agak boros sebenarnya punya keyakinan berbeda. Di alam bawah sadarnya, dia yakin bahwa uang itu mudah didapat.
Dia tidak takut kehilangan uang, dia tidak memusuhi uang. Dia justru menganggap uang sebagai sahabat.
Nah, karena dia yakin bahwa rezekinya selalu ada, maka uang terus datang kepadanya.
Lalu, apakah ini ada kaitannya dengan ajaran agama? Jawabannya, tentu saja ada! Coba pikirkan tentang konsep bersedekah.
Kenapa sedekah bisa membuat rezeki seseorang makin lancar? Karena ketika kita berbagi, alam bawah sadar kita akan berkata, "Aku memiliki lebih dari ini." Keyakinan ini akhirnya menjadi kenyataan dalam hidup kita, seizin Tuhan.
Jadi, masalah utamanya adalah mindset kita sendiri. Tuhan sudah memberikan formula yang sempurna, tapi kita sering kali meragukannya.
Makanya, kita dianjurkan untuk berzakat dan bersedekah. Tujuannya bukan hanya untuk membantu orang lain, tapi juga untuk membentuk pola pikir yang sehat dan berkelimpahan.
Sekarang, saya punya tantangan buat kamu. Coba bayangkan membagikan 50% dari uang yang ada di dompetmu sekarang kepada orang yang membutuhkan.
Apa yang kamu rasakan? Ada rasa takut, kan? Takut kalau uangnya enggak balik? Nah, ini masalahnya! Orang yang kaya tidak memiliki ketakutan ini.
Mereka percaya bahwa rezeki akan selalu datang, sehingga mereka berani berbagi.
Jadi, mulai sekarang, buatlah kebiasaan berbagi. Enggak harus langsung besar. Mulai dari hal kecil, misalnya memberi makan kucing liar, memberi makan orang yang membutuhkan dengan makanan yang kamu suka, dan sebagainya.
Ketika kita berbagi dengan sesuatu yang benar-benar kita sukai, efeknya akan luar biasa bagi alam bawah sadar kita.
Setiap kali kamu berbagi sesuatu yang kamu cintai, secara tidak sadar, batinmu akan berkata, "Aku akan diberikan yang lebih baik daripada ini." Itu adalah doa yang sangat kuat! Itulah sebabnya orang yang rajin bersedekah hidupnya berkembang pesat.
Sementara orang yang hanya sibuk menghemat dan menabung tanpa berbagi, rezekinya justru stagnan.
Sekarang, saya hanya punya satu pertanyaan untuk kamu.
Mau tetap bertahan dengan cara lama, menyimpan uang sebanyak mungkin tanpa berbagi? Atau mau mencoba cara baru, berbagi dan percaya bahwa rezeki akan selalu mengalir kepadamu? Pilihan ada di tanganmu! (*)
Editor : Gregorius Mokalu