Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Talenta Bar: Misoa Viral dengan Misi Sosial yang Mengenyangkan Hati

Kenjiro Tanos • Jumat, 6 Juni 2025 | 22:31 WIB

 

Manajemen Talenta Bar bersama komunitas Teman Ceria
Manajemen Talenta Bar bersama komunitas Teman Ceria

MANADOPOST.ID - Di tengah derasnya arus tren kuliner yang silih berganti, Talenta Bar muncul sebagai sebuah fenomena yang bukan hanya menggoda selera, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.

Mengusung konsep makan misoa ala bar di dalam kios-kios pasar, tempat ini viral di media sosial bukan karena gimmick semata, melainkan karena keunikan pengalaman yang ditawarkan.

Dengan gerai yang tersebar dari Fresh Market Bintaro hingga menjangkau sejumlah titik di Jakarta dan Bandung, Talenta Bar menjelma menjadi destinasi kuliner baru yang penuh cerita.

Berbeda dari tempat makan kebanyakan, Talenta Bar hadir dengan konsep open kitchen di tengah pasar tradisional. Suasananya sederhana namun hangat.

Pelanggan bisa memesan semangkuk misoa ayam dengan kuah kaldu yang tebal dan medok seharga 38 ribu rupiah, atau menikmati bakpao jumbo berisi kacang merah yang lembut seharga 18 ribu rupiah. Namun yang membuat tempat ini benar-benar istimewa bukan hanya rasa makanannya, melainkan nilai-nilai di baliknya.

Gabriela Rompis, sosok di balik lahirnya Talenta Bar, tak pernah membayangkan bahwa bisnis kecil berbasis keluarga ini akan tumbuh sedemikian rupa. Baginya, Talenta Bar bukan hanya bisnis kuliner, melainkan panggilan untuk memberi ruang bagi setiap orang agar bisa bertumbuh.

“Nama Talenta Bar lahir dari harapan kami untuk mengembangkan talenta yang ada, baik dari orang-orang di dalam tim maupun dari luar. Misoa sendiri dipilih karena ini makanan rumahan, comfort food yang lahir dari keluarga kecil kami, dan kami ingin itu bisa dicintai banyak orang,” ujar Gabriela.

Semangat itu kemudian menjelma dalam bentuk kolaborasi yang tidak biasa: Talenta Bar menggandeng anak-anak berkebutuhan khusus sebagai vendor telur rebus untuk kebutuhan harian semua cabang.

Cerita ini bermula saat Gabriela mencari pemasok telur rebus dan dipertemukan dengan Bu Anca dan Citra, dua orang yang sebelumnya aktif di yayasan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Setelah ngobrol panjang, kami sadar ini bukan sekadar soal pasokan. Kami melihat peluang untuk melibatkan anak-anak ini dalam proses yang bisa membantu mereka melatih motorik, memberi mereka kegiatan yang bermakna. Lalu kami ajak seluruh warga Talenta Bar—begitu kami menyebut para pelanggan—untuk ikut mendukung langkah ini,” katanya.

Kini, setiap telur rebus yang disantap di Talenta Bar merupakan hasil dari tangan-tangan kecil yang sedang belajar dan tumbuh. Tantangannya pun tak ringan. Mulai dari teknik merebus dan mengupas telur dalam jumlah besar, hingga memastikan kualitas tetap terjaga.

“Merebus telur itu kelihatannya gampang, tapi untuk jumlah besar, ada banyak yang harus diperhatikan. Tingkat kematangan, pengupasan, hingga potensi waste produk. Tapi mereka hebat, bisa mengelola dengan baik. Buat kami, ini bukan soal kesempurnaan, tapi tentang proses belajar dan semangat yang menyertai,” ungkap Gabriela.

Dari kerja sama yang semula sederhana, kemudian tumbuhlah komunitas bernama Teman Ceria. Komunitas ini didirikan oleh Bu Anca setelah ia pensiun dari yayasan.

Melalui hasil penjualan telur ke Talenta Bar, Teman Ceria memiliki dana operasional untuk tetap berjalan. Tempat ini menjadi ruang aman, tempat anak-anak berkebutuhan khusus bisa bermain, beraktivitas, dan merasa diterima.

“Setiap kali kami bayar telur, itu langsung jadi dukungan untuk Teman Ceria. Komunitas ini benar-benar hidup dari semangat saling bantu. Dan buat kami, ini adalah bukti bahwa bisnis bisa jadi alat untuk membawa perubahan nyata,” kata Gabriela dengan nada penuh syukur.

Dampaknya terasa luas. Selain menguatkan koneksi antara brand dan pelanggan, keterlibatan dalam Teman Ceria memberi makna baru bagi tim Talenta Bar.

Mereka bekerja bukan hanya untuk menciptakan makanan enak, tapi juga untuk menyalurkan nilai hidup yang lebih dalam. Gabriela percaya, keberhasilan bisnis seharusnya tidak hanya diukur dari omzet, tapi juga dari seberapa besar ia memberi dampak bagi sekitarnya.

“Sejak awal berdiri, kami punya cita-cita: kesejahteraan untuk semua. Kami ingin Talenta Bar bisa membawa perubahan sosial, tidak hanya lewat makanan tapi lewat cara kami menjalankan bisnis. Kami juga sedang mengembangkan kolaborasi lintas pedagang pasar, membuka lapangan kerja, dan terus mencari cara untuk bisa membantu lebih banyak orang, termasuk komunitas seperti Teman Ceria," jelas perempuan asal Manado ini.

Talenta Bar adalah bukti bahwa bisnis kuliner bisa menjadi jembatan antara rasa dan rasa peduli. Di balik semangkuk misoa hangat yang kini ramai diburu, ada cerita ketulusan, kolaborasi, dan tekad untuk memberi ruang bagi siapa pun agar bisa tumbuh.

Karena bagi Gabriela, setiap orang punya talenta—dan tugas Talenta Bar adalah memberi tempat agar talenta itu bisa bersinar. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Jakarta #gabriela rompis #misoa #talenta bar