Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Geger Cilegon 1888, Pemberontakan Santri dan Ulama yang Mengejutkan Belanda

Jasinta Bolang • Kamis, 3 Juli 2025 | 21:20 WIB

Ilustrasi Pemberontakan Geger Cilegon 1888.
Ilustrasi Pemberontakan Geger Cilegon 1888.

MANADOPOST.ID -
 Pada tanggal 9 Juli 1888, Cilegon berubah menjadi pusat perlawanan mendadak yang mengejutkan pemerintah kolonial Belanda. Peristiwa ini dikenal dengan nama Geger Cilegon, salah satu pemberontakan paling terkenal dalam sejarah Banten dan Indonesia. Yang membuatnya istimewa adalah perlawanan ini dipimpin oleh para ulama dan santri, yang bergerak dengan motivasi keagamaan dan nasionalisme.

Tokoh utama dalam pemberontakan ini adalah KH. Wasid, seorang ulama kharismatik yang dikenal luas di kalangan pesantren. Ia bersama tokoh-tokoh agama lainnya seperti KH. Arsyad Thawil dan KH. Tubagus Ismail, mengorganisir gerakan rahasia selama berbulan-bulan sebelum meledak dalam aksi penyerangan pada malam takbiran Iduladha.

Mereka menyerbu rumah-rumah pejabat Belanda, pos militer, dan rumah penduduk Eropa di sekitar Cilegon. Ratusan orang terlibat, dan serangan dilakukan serempak dan sistematis. Meskipun secara persenjataan jauh di bawah, semangat jihad yang dibakar dalam pengajian-pengajian membuat mereka nekat dan berani mati.

Namun, seperti banyak gerakan rakyat kala itu, Geger Cilegon juga harus menghadapi kekuatan besar Belanda yang membalas dengan brutal. Ratusan orang ditangkap, banyak yang dibuang ke luar Jawa, bahkan ke wilayah terpencil seperti Kupang dan Digul. KH. Wasid sendiri gugur dalam pertempuran, menjadikannya syuhada perjuangan rakyat Banten.

Meskipun gagal dari segi militer, peristiwa ini menunjukkan bahwa Islam dan pesantren memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat anti-penjajahan. Geger Cilegon juga memperkuat identitas Banten sebagai wilayah yang tidak pernah tunduk pada kekuasaan asing.

Kini, nama-nama pahlawan Geger Cilegon diabadikan sebagai nama jalan, sekolah, dan masjid. Perjuangan mereka masih dikenang dalam banyak pengajian dan diskusi sejarah, terutama di kalangan pesantren dan sejarawan Banten. (*)

Editor : Tanya Rompas
#KH Wasid #Perlawanan Banten #Ulama Melawan #Sejarah Penjajahan #Geger Cilegon