MANADOPOST.ID — Tren unik dan kontroversial tengah berkembang di kalangan anak muda Tiongkok: menggunakan empeng dewasa untuk meredakan stres dan membantu tidur. Tak sekadar benda lucu, empeng ini didesain khusus untuk orang dewasa, berukuran lebih besar dari empeng bayi dan dijual dengan harga antara 10 hingga 500 yuan di toko online.
Menurut beberapa pengguna, empeng dewasa memberi rasa nyaman psikologis, membantu mengurangi kecemasan, insomnia, hingga kebiasaan merokok. Sebagian bahkan menyebutnya sebagai alat bantu untuk menenangkan diri di tengah tekanan hidup.
Namun, di balik kenyamanan itu, para dokter mengingatkan risiko kesehatan. Dokter gigi Tang Caomin menegaskan, jika digunakan lebih dari tiga jam sehari, empeng bisa menggeser posisi gigi dalam waktu satu tahun dan memicu nyeri saat mengunyah. Ada pula risiko empeng terhirup saat tidur, yang dapat membahayakan.
Dari sisi psikologis, psikolog Zhang Mo menyatakan bahwa kebiasaan ini bisa menjadi indikasi kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Ia menyarankan agar para pengguna empeng belajar menghadapi sumber masalah secara langsung, bukan hanya mencari pelarian.
Fenomena ini memicu debat sengit di media sosial. Di satu platform, topik ini telah ditonton lebih dari 60 juta kali, dengan komentar yang terbagi. Ada yang mengecamnya sebagai bentuk “pajak kebodohan” atau tren yang tidak masuk akal, namun ada pula yang mendukungnya sebagai alternatif penenang non-obat.
Meski menuai pro-kontra, penjualan empeng dewasa justru meningkat tajam, menandakan bahwa kebutuhan akan rasa aman dan kenyamanan emosional semakin nyata di kalangan generasi muda Tiongkok. (*)
Editor : Tanya Rompas